Bank Kalbar: Transformasi Digital Ciptakan Layanan yang Lebih Cepat dan Akurat

Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar. (Ist)
Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar. (Ist)

Di tengah laju perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen yang makin tinggi, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus berbenah diri untuk tetap relevan dan kompetitif.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh ialah menjalankan transformasi digital secara menyeluruh. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperluas jangkauan layanan bagi nasabah di seluruh pelosok Kalimantan Barat.

Bagi Bank Kalbar, transformasi digital bukan sekadar menyesuaikan diri, tetapi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

“Melalui pemanfaatan teknologi, Bank Kalbar ingin menghadirkan produk dan layanan yang unggul, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” kata Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar.

Langkah transformasi ini dirancang melalui peta jalan yang bertahap. Dimulai dari tahap Recovery pada 2021, Bank Kalbar melanjutkannya ke tahap Supportive di 2022, yang menandai penguatan fondasi digital. Lalu, tahun 2023 menjadi fase Acceleration, di mana akselerasi layanan digital mulai dipacu.

Pada 2024, Bank Kalbar memasuki tahap Market Deepening, yakni memperdalam penetrasi pasar dengan solusi digital yang semakin matang. Akhirnya, pada tahun 2025, Bank Kalbar menargetkan posisi sebagai market leader berbasis teknologi di sektor perbankan daerah.

Saat ini, Bank Kalbar terus mengembangkan digitalisasi produk dan layanan. Sejauh ini, berbagai program telah berjalan. Mulai dari layanan mobile banking, Cash Management System (CMS), SP2D Online, e-Samsat, QRIS, Kartu Kredit Pemerintah Daerah, mesin EDC, layanan penerimaan pajak daerah, virtual account, integrasi pembayaran Signal as Biller, serta fitur Top Up e-Wallet dan Auto Debit BPJS di m-banking. Selain itu, layanan transfer melalui BI-Fast untuk konvensional dan syariah pun telah tersedia.

Berbagai inisiatif lainnya sedang dalam tahap pengembangan atau menunggu perizinan. Di antaranya, layanan QRIS host-to-host, EDC Pin Mailer, platform BPDaja Siplah, E-Form, integrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), kerjasama host-to-host dengan BPJS Ketenagakerjaan, CMS Syariah, pengembangan CMS BI-Fast, virtual account untuk rekening pemerintah, serta perluasan fungsi Signal sebagai collecting agent. Ke depan, Bank Kalbar akan meluncurkan pula New Mobile Banking untuk meningkatkan pengalaman nasabah.

Di sisi infrastruktur, Bank Kalbar telah melakukan langkah upgrade sistem core-banking dari versi 7 ke versi 8, serta memperbarui perangkat jaringan dan data center. Saat ini, pengembangan Bank Integration Service (BIS) juga tengah berjalan untuk menunjang integrasi layanan yang lebih baik.

Untuk menjaga keamanan data nasabah, Bank Kalbar membentuk Unit Fungsi Ketahanan dan Keamanan Siber yang fokus pada perlindungan sistem, data, dan operasional perbankan.

Selain itu, adopsi teknologi baru juga menjadi prioritas, dengan rencana pengembangan Fraud Detection System guna meningkatkan keamanan transaksi dan mencegah potensi penipuan.

Transformasi digital yang dijalankan Bank Kalbar telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek layanan dan operasional. “Transformasi digital memungkinkan otomatisasi proses bisnis yang sebelumnya manual, sehingga layanan kepada nasabah menjadi lebih cepat, akurat, dan responsif,“ kata Rokidi.

Salah satu dampak paling nyata terlihat dari peningkatan penggunaan layanan digital oleh nasabah. Sebelum transformasi, sebagian besar transaksi dilakukan secara konvensional melalui kantor cabang, ATM, atau CDM.

Namun, setelah digitalisasi dilaksanakan, terjadi lonjakan drastis pada penggunaan kanal digital seperti mobile banking. Sebagai contoh, jumlah pengguna mobile banking meningkat dari 41.266 pada Maret 2020 menjadi 197.028 pada November 2024 atau naik sebesar 377%.

Tak hanya dari sisi pengguna, juga terjadi pertumbuhan merchant QRIS Bank Kalbar, yang melonjak dari 158 pada saat peluncuran di November 2021 menjadi 14.237 merchant pada November 2024. Terjadi kenaikan sebesar 8.911%.

Keberagaman produk digital pun turut mengalami perkembangan pesat. Sebelumnya, hanya tersedia dua layanan digital utama, yakni ATM dan m-banking. Kini, seperti telah disebutkan di atas, Bank Kalbar telah menyediakan berbagai layanan digital, antara lain CMS, SP2D Online, e-Samsat, QRIS, dan layanan penerimaan pajak daerah. (*)

# Tag