OJK Hingga Mei 2025 Menggulirkan 2.366 Kegiatan Edukasi Keuangan
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK pada 2 Mei 2025 yang digarap bersama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan indeks literasi keuangan menjadi 66,46% dan juga indeks inklusi keuangan di angka 80,51%. Raihan ini meningkat jika dibandingkan hasil SNLIK 2024 yang menunjukkan angka indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan masing-masing di angka 65,43% dan 75,22%.
"Hasil SNLIK Tahun 2025 digunakan OJK dan pemangku kepentingan lainnya sebagai salah dasar evaluasi pelaksanaan program dimaksud dan penyusunan kebijakan ke depannya," ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK pada jumpa pers virtual di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Selanjutnya, OJK sejak 1 Januari hingga 23 Mei 2025 menggulirkan 2.366 kegiatan edukasi keuangan yang berhasil menjangkau 5.667.974 peserta di seluruh Indonesia. Hasan menjabarkan latform digital Sikapi Uangmu, yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi, telah menerbitkan 130 konten edukasi, dengan total 727.702 viewers. Selain itu, terdapat 10.900 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU), dengan total akses modul sebanyak 3.997 kali dan penerbitan 1.464 sertifikat kelulusan modul.
Upaya peningkatan literasi keuangan tersebut didukung oleh penguatan program inklusi keuangan melalui kolaborasi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh provinsi (38 provinsi) dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. (*)