OJK: Industri Asuransi Indonesia Sangat Sehat, Ini Datamya
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono membeberkan situasi terkini ihwal industri asuransi di Indonesia. “Secara umum, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi solid dengan industri asuransi jiwa, asuransi umum dan reasuransi secara agregat risk based capital masing-masing 474,77% dan 315,98%,” ucapnya dalam jumpa pers virtual Rapat Dewan Komisaris Bulanan (RDKB) OJK pada Senin (2/6/2025).
Aset industri asuransi pada April 2025 tembus Rp 1,162 triliun setara kenaikan 3,66% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara aset komersial mencapai Rp940,48 triliun atau naik 4,13%. Lebih lanjut, Ogi menjelaskan lantas menjelaskan kinerja asuransi komersial. Adapun pendapatan premi dalam periode Januari-April 2025 sebesar Rp116,4 triliun setara tumbuh 3,27%.
Pendapatan premi terdiri dari premi asuransi jiwa yang bertumbuh 1,05% menjadi Rp60,6 triliun. Kemudian premi umum dan reasuransi juga tumbuh 5,79% atau menjadi Rp55,84 triliun.
Sementara dari sisi aset asuransi non-komersial mencapai Rp222,3 triliun atau tumbuh 1,73%. Adapun industri dana pensiun asetnya sebesar Rp1,551 triliun yang merupakan gabungan dari program pensiun sekarela yang tumbuh 4,45% menjadi Rp388 triliun dan program pensiun wajib turut naik 9,59% menjadi Rp1,162 triliun. (*)