Infografik: Kunjungan Wisatawan Nasional Berjubel ke Luar Negeri, Tanda #kaburajadulu?
Dalam senyap, bandara-bandara kembali sesak oleh para pelancong. Namun bukan wisatawan asing yang datang ke Indonesia, melainkan masyarakat Indonesia sendiri yang kian ramai meninggalkan negeri untuk sesaat.
Data internal Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2025 menunjukkan, bahwa kunjungan wisatawan nasional (wisnas) atau wisatawan Indonesia ke luar negeri semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah perjalanan wisnas ke luar negeri sebanyak 926.599 perjalanan.
“Angka tersebut mengalami peningkatan baik secara bulanan yaitu sebesar 59,19% maupun secara tahunan yaitu sebesar 22,51%,” ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS pada Senin (2/6/2025) secara daring.
Pada periode yang sama pada tahun lalu, angka perjalanan wisnas mencapai 756.320 ribu pada April 2024.
Pudji merinci, ada tiga negara yang masih menjadi tujuan utama wisnas ke luar negeri. Mereka adalah Malaysia dengan porsi 27,71%, Arab Saudi dengan porsi 15,95%, dan Singapura dengan porsi 13,46%.
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnas selama Januari hingga April 2025 mencapai 3,26 juta perjalanan. Angka ini meningkat 10,65% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan pada bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisnas ke luar negeri mencapai 582.080 ribu perjalanan pada Maret 2025. Kunjungan ini menurun 15,92% secara tahunan dibandingkan Maret 2024 sebanyak 692.270 perjalanan.
Namun lonjakan ini tidak sekadar soal angka. Ia memunculkan pertanyaan menarik: apakah ini tanda bahwa sebagian masyarakat memilih “#kabur aja dulu”?
Perlu dicatat bahwa mayoritas perjalanan ke Arab Saudi kemungkinan besar terkait dengan ibadah umrah, bukan liburan rekreasional. Sementara itu, Malaysia dan Singapura lebih sering dipilih sebagai destinasi liburan singkat, belanja, atau medical tourism oleh masyarakat urban Indonesia.
Artinya, mungkin ini #kaburajadulu, berlibur, dan menepi dari tekanan hidup sehari-hari di negeri sendiri. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.