Kraving, Brand Kuliner Asal Bengkulu Ini Berambisi Merambah Pasar Nasional

null

Kraving tumbuh dari nilai-nilai yang kami pegang teguh yaitu cinta keluarga, dedikasi terhadap kualitas, dan komitmen terhadap cita rasa lokal.

Kraving, salah satu brand kuliner asal Bengkulu sedang naik daun. Lebih dari sekadar usaha, Kraving adalah kisah tentang kecintaan pada akar budaya, kekuatan kebersamaan, dan harapan untuk membawa potensi lokal naik kelas ke panggung dunia.

Dengan 3 jaringan kedai di Bengkulu, Kraving termasuk salah satu tempat kuliner yang sedang diminati. Bahkan Kraving tumbuh menjadi brand kuliner khas Bengkulu yang kini bersiap melangkah ke tingkat nasional.

Di bawah naungan PT Yodan Land Group, Kraving, menyajikan konsep kuliner menyeluruh dari kopi asli dataran tinggi Bengkulu hingga roti, makanan berat, dessert, dan gelato yang semuanya diracik dengan bahan alami dan filosofi yang kuat.

Di balik kekuatan Kraving, berdiri tiga sosok utama yang menjadi fondasi sekaligus penggerak utama di balik lahirnya brand ini. Lili Yodan, sang kreator identitas brand sekaligus pendiri dan pemilik Le Petit Bakery, Yosia Yodan, Direktur Utama Yodanland Group, dan Winfrey Eveline (istri Yosia Yodan), berperan penting dalam pengembangan gelato premium Kraving.

Cikal bakal Kraving berawal dari kolaborasi erat keluarga. Mereka memadukan keahlian kuliner, visi bisnis, dan kecintaan pada nilai-nilai keluarga serta budaya lokal. “Kraving tumbuh dari nilai-nilai yang kami pegang teguh yaitu cinta keluarga, dedikasi terhadap kualitas, dan komitmen terhadap cita rasa lokal. Ini lebih dari bisnis, ini adalah cara kami memperkenalkan Bengkulu kepada dunia,” ujar Yosia Yodan, CEO Yodan Land Group sekaligus pendiri Kraving Coffee, dalam siaran pers yang diterima swa.co.id pada Selasa (2/6/2025)

Yosia menuturkan kehadiran Kraving Coffee merupakan bentuk komitmen dalam mengangkat potensi lokal ke level nasional dan bahkan internasional. Kraving Coffee lahir dari tanah Bengkulu, membawa cita rasa autentik yang diolah dari bahan lokal premium. “Bersama para petani lokal yang berpengalaman, kami berkomitmen menghadirkan kopi terbaik dari Provinsi Bengkulu ke meja para penikmat kopi di berbagai daerah," kata Yosia.

Mengusung semangat From the Land of Bengkulu, connecting the world, Kraving Coffee bukan hanya menjual kopi, tetapi juga menyampaikan kisah tentang kolaborasi, pemberdayaan petani lokal, dan pelestarian cita rasa nusantara. “Setiap biji kopi yang digunakan dipilih secara selektif dari kebun terbaik Bengkulu dan diolah dengan metode yang mengedepankan kualitas serta keberlanjutan,” katanya.

Kraving Coffee kini telah berkembang menjadi jaringan kedai yang dikenal tidak hanya karena kualitas kopinya, tetapi juga karena identitas dan semangat lokal yang kuat. Beberapa lokasi strategis yang sudah beroperasi di antaranya Kraving Bakery, Gelato & Resto di Jalan P. Natadirdja KM 6,5.

Selain itu ada dua gerai baru untuk membuka pintu bagi para pelanggan, yakni Kraving Coffee – Sukarami dan Luma Kraving – Kapuas Raya. Tak hanya menjadi bagian dari geliat industri kuliner, Kraving Coffee juga membuka lapangan kerja dan peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku UMKM di Bengkulu.

Dengan dukungan masyarakat dan kualitas produk yang terjaga, Kraving Coffee terus berupaya memperluas jangkauan dan membawa harum nama Bengkulu ke seluruh Indonesia, bahkan mancanegara.

Sebagai bagian dari visinya, Kraving Coffee akan terus berinovasi, menghadirkan pengalaman unik di setiap kunjungan. Bukan sekadar menikmati kopi, pelanggan juga diajak untuk merayakan warisan budaya dan rasa yang tumbuh dari tanah Bengkulu.

Salah satu kekuatan utama Kraving terletak pada penggunaan kopi arabika grade 1 asal Rejang Lebong dan Lebong provinsi Bengkulu, yang tumbuh di ketinggian 1.200 mdpl. Kraving menangani seluruh prosesnya secara mandiri mulai dari green bean hingga roasting dan penyajian akhir menjadikan cita rasa kopi yang khas dan autentik.

Seluruh bahan pendukung lainnya, mulai dari gula aren, tebu, kalamansi, hingga kelapa, berasal dari kebun milik sendiri. Ini merupakan bentuk komitmen Kraving terhadap rantai pasok berkelanjutan, sekaligus upaya nyata dalam memberdayakan petani lokal.

Yosia memaparkan setelah membuka sejumlah outlet di Bengkulu, Kraving kini bersiap memperluas jangkauan ke Jakarta dan BSD City pada tahun 2026.

Langkah ekspansi ini akan dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Dr. Anthony Leong, M.Si., Ketua Bidang V BPP HIPMI. Kolaborasi ini memperkuat visi Kraving untuk menjadi wajah baru kuliner lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menghadirkan pengalaman rasa khas Bengkulu kepada konsumen urban di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Kraving menjadi simbol baru semangat wirausaha muda daerah: brand lokal yang tak gentar bersaing, berdiri tegak di atas nilai keluarga, kualitas, dan akar budaya.

“Kraving bukan sekadar tempat makan, Kraving adalah rumah bagi rasa yang dirindukan, dibangun dari cinta, dan disiapkan untuk menyapa dunia. Dari Bengkulu, untuk Indonesia. Dari keluarga, untuk semua,” katanya.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag