Unilever Food Solutions Luncurkan Future Menu 2025 di Bangkok: Dukung Progresivitas Chef Asia Tenggara
Unilever Food Solutions (UFS), unit Business to Business (B2B) dari Unilever, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung progresivitas para chef di kawasan Asia Tenggara melalui gelaran “Future Menu 2025 SEA” yang berlangsung di Samyan Mitrtown, Bangkok.
Sejak pertama kali dirilis pada 2023, program “Future Menu” telah menjadi acuan penting dalam mengidentifikasi tren-tren utama yang mendefinisikan dinamika industri layanan makanan, baik secara global maupun lokal.
Inisiatif ini terbukti membantu para pelaku industri kuliner dalam menghadirkan menu yang tidak hanya sesuai tren, tetapi juga memiliki potensi untuk membentuk lanskap kuliner masa depan.
Gemita Pasaribu, Managing Director Unilever Food Solutions Indonesia menuturkan sebagai perusahaan food service terkemuka di dunia, UFS memiliki purpose untuk menjadi mitra strategis bagi para chef dan pebisnis kuliner, tak terkecuali di Indonesia.
“Didukung oleh ratusan chef profesional, kami tidak hanya menyediakan produk berkualitas tetapi juga ragam inspirasi agar para mitra kami dapat senantiasa mengikuti perkembangan di dunia kuliner, termasuk melalui inisiatif Future Menu,” ujar Gemita dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Selasa (3/6/25).
UFS menyusun “Future Menu 2025” berdasarkan riset mendalam yang memadukan laporan industri, analisis tren media sosial, wawasan dari 250 chef profesional UFS, serta feedback dari ribuan chef dari berbagai penjuru dunia. Hasilnya, lahir empat tren utama yang menjadi sorotan dalam edisi terbaru ini: Street Food Couture, Borderless Cuisine, Culinary Roots, dan Diner Designed.
Keempat tren ini diperkenalkan secara resmi di kawasan Asia Tenggara melalui acara “Future Menu 2025 SEA”, yang turut menghadirkan inspirasi hidangan terbaik dari seluruh kawasan. Ratusan chef profesional dan pemimpin industri kuliner berkumpul dalam forum ini untuk saling berbagi inovasi, gagasan, dan kolaborasi lintas budaya.
Chef Ronald Tokilov dari Balicooks menegaskan pentingnya pelestarian dan pengembangan kekayaan kuliner lokal sebagai kekuatan kompetitif dalam industri makanan global. Sebagai pegiat kuliner, dirinya percaya warisan kuliner otentik khas Indonesia tidak hanya memanjakan lidah para penikmatnya, tetapi juga memiliki daya tarik yang mengesankan.
Event ini, katanya, membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas seorang chef dapat menjadi kunci untuk menjadikan kekayaan kuliner lokal sebagai kekuatan dalam bersaing di kancah kuliner modern di dalam maupun luar negeri, tentunya tanpa kehilangan jati dirinya.
Dalam acara ini, UFS Indonesia juga mengundang sejumlah nama besar di industri kuliner Tanah Air untuk turut berpartisipasi, antara lain TOMA Group, ISMAYA Group, BIKO Group, GIOI Group, TAVERN Group Semarang, Seribu Rasa, Dailah Sajian Nusantara, Kafe Betawi, Tide & Table, Soren, Mil’s Kitchen Yogyakarta, hingga Locaahands.
Chef Arief Tonggeng, Corporate Chef TOMA Group, memberikan testimoni positif terhadap acara tersebut. “‘Future Menu 2025 SEA’ sangat seru karena ada banyak insight yang membantu pelaku industri seperti kami yang terkadang masih bingung atau sulit menentukan tren kuliner kedepannya akan seperti apa. Di acara ini, kami mendapatkan jawaban yang meyakinkan,” katanya.
Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, UFS berharap tren-tren terbaru ini tidak hanya menginspirasi para chef dan pelaku usaha makanan, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di dapur-dapur bisnis mereka. Komitmen UFS dalam menyokong transformasi kuliner tak hanya berhenti di produk, tetapi juga pada proses edukasi dan pengembangan industri secara menyeluruh.
“Kami percaya, dengan dukungan berkelanjutan dari UFS dan semangat inovasi dari seluruh mitra kami, Indonesia akan semakin diperhitungkan di peta kuliner global,” pungkas Gemita. (*)