Luma Kraving & Billiard, Rumah Baru untuk Rasa dan Kebersamaan di Bengkulu

null
Luma Kraving dibangun bukan hanya untuk menyajikan makanan lezat, tapi juga menghadirkan ruang yang menghubungkan orang-orang dengan hangat. (Foto: Luma Kraving)

Di sebuah sudut Kota Bengkulu, tepatnya di Jalan Ciliwung, tiga sahabat dari kota berbeda memutuskan untuk membangun lebih dari sekadar restoran. Mereka membangun rumah — bukan dalam arti fisik semata, tapi rumah bagi rasa, kehangatan, dan perjumpaan. Nama tempat itu: Luma Kraving & Billiard, ruang baru yang menjanjikan keakraban di tengah hiruk-pikuk kota yang tumbuh bersama kreativitas generasi mudanya.

Kehadiran Luma Kraving & Billiard semakin menambah maraknya bisnis kuliner di Bengkulu. Peresmian Luma Kraving & Billiard dilakukan akhir Mei lalu (30/5) secara simbolis oleh Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin.

Turut hadir mendukung peresmian ini, Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., tokoh nasional Helmy Yahya, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Dr. Anggawira, Ketua Bidang V BPP HIPMI Dr. Anthony Leong, serta Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu yang juga Direktur Utama PT Yodanland Group, Yosia Yodan.

Luma Kraving & Billiard, yang berlokasi di jalan Ciliwung, Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, didirikan oleh Winfrey Eveline, Risa Stevani, dan Evina Aprilia Hova. Mereka berasal dari kota berbeda yang bertemu, bersahabat, dan berkolaborasi menciptakan Luma di Bengkulu. Luma dibangun dengan filosofi kesederhanaan yang bermakna dalam.

Luma diambil dari kata 'Lubuk Hati', yang bermakna rumah. “Kami berharap Luma bisa menjadi rumah bagi masyarakat Bengkulu," ujar Winfrey salah satu pemilik Luma Kraving & Billiard.

Diakui Winfrey tempat terbaik di dunia bukan yang mewah, tapi yang terasa seperti rumah. “Luma kami bangun bukan hanya untuk menyajikan makanan lezat, tapi juga menghadirkan ruang yang menghubungkan orang-orang dengan hangat,” kata Winfrey dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Selasa (3/6/25).

Mengusung konsep brew, bites, & bonds, Luma hadir sebagai rumah makan yang tak sekadar memanjakan lidah, tapi juga menciptakan momen kebersamaan yang bermakna.

Lebih dari sekadar tempat makan, Luma adalah ruang yang menyuarakan bahwa usaha yang dibangun dari kedekatan emosional, kualitas, dan rasa memiliki dapat tumbuh dengan hangat dan diterima masyarakat.

Tampilan interior minimalis, area bermain anak, dua ruang VIP, lounge, serta fasilitas karaoke, Luma menjadi tempat yang ramah keluarga sekaligus cocok untuk komunitas atau nongkrong santai.

Dengan pendekatan yang membumi, eksekusi profesional, serta visi berkelanjutan, Luma Kraving & Billiard diharapkan menjadi simbol baru kuliner Bengkulu sebuah ruang yang menumbuhkan rasa, kebersamaan, dan harapan di kota yang terus bertumbuh bersama generasi kreatifnya.

Sultan Baktiar Najamudin menegaskan kuliner dapat menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang saling menguatkan. Kuliner bukan hanya soal rasa, tapi juga identitas dan ruang sosial.

“Luma Kraving membuktikan bahwa dari hal sederhana seperti makanan dan kebersamaan, kita bisa membangun nilai ekonomi dan memperkuat kedekatan antar generasi,” kata Sultan. (*)

# Tag