Bali Dirancang Sebagai Destinasi Investasi dan Pusat Inovasi Ekonomi Kreatif

null
Bali Jagadhita 2025 di Denpasar, Bali, pada Senin (2/6/2025). (Foto : Bank Indonesia).

Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 menetapkan 15 provinsi sebagai prioritas pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satunya adalah Provinsi Bali, yang diarahkan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat inovasi ekonomi kreatif nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam pembukaan acara Bali Jagadhita 2025 di Denpasar, Senin (2/6/2025).

"Saat ini kita memasuki era baru investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan," ujarnya.

Menurut Teuku Riefky, penciptaan ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh membutuhkan hubungan investasi yang berkelanjutan. Bali, dengan kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakatnya, dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investasi berkualitas.

“Melalui Bali Jagadhita ini kita tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga mewujudkan Bali sebagai pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sektor perdagangan di Bali memainkan peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, terutama karena keterkaitannya dengan industri kreatif. Penguatan platform digital, pemasaran lintas negara, dan integritas rantai pasok menjadi faktor penting untuk mendorong daya saing produk kreatif lokal di pasar internasional.

Bali Jagadhita hadir sebagai forum strategis untuk memperkuat jalur perdagangan antara pelaku usaha lokal dan pasar global. “Ketika berbicara mengenai perdagangan tentu tidak terlepas dari sektor ekonomi kreatif. Di Bali, ekonomi kreatif bukan sekadar potensi, namun sudah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat,” jelas Teuku Riefky.

Seni tari, musik, kerajinan tangan, kuliner, hingga digital dan desain tumbuh dari akar budaya yang kuat, lalu berkembang melalui inovasi generasi muda Bali yang kreatif dan visioner.

“Semua itu perlu didorong melalui kebijakan dan program yang tepat, dengan penyediaan infrastruktur akses pasar dan tentunya pembiayaan,” imbuhnya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Bali atas penyelenggaraan Bali Jagadhita yang berhasil mengintegrasikan perdagangan, ekosistem produk ekonomi kreatif, dan investasi. Ajang ini menjadi wadah promosi produk unggulan lokal sekaligus ruang kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

Pemerintah Provinsi Bali pun menggulirkan berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing global, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag