Jobstreet by Seek: 44% Perusahaan di Indonesia Terapkan Perekrutan Blind Resume Screening

Laporan terbaru Jobstreet by Seek yang bertajuk Hiring, Compensation & Benefits (HCB) 2025 mengidentifikasi sejumlah perusahaan di Indonesia sudah mulai mengadopsi praktik fair hiring (perekrutan yang adil). Salah satu contohnya adalah menerapkan blind resume screening yang kini dilakukan oleh 44% perusahaan. Dengan begitu, informasi pribadi seperti nama, usia, dan gender disembunyikan agar proses seleksi bisa berjalan tanpa bias.

“Praktik fair hiring atau perekrutan yang adil menghilangkan diskriminasi dan bias, sehingga membangun proses seleksi yang dan berfokus pada kemampuan dan pengalaman kandidat," ujar Sawitri Soedarno, Country Head Marketing Indonesia Jobstreet by Seek pada siaran pers di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

Laporan Jobstreet itu mencatat 43% perusahaan sudah melibatkan panel rekrutmen yang beragam dari berbagai latar belakang demi memastikan keputusan yang objektif dan inklusif.Selain itu, 41% perusahaan mulai menetapkan metrik Diversity, Equity, Inclusion (DEI) sebagai alat ukur keberagaman dalam proses perekrutan mereka.

Meski menunjukkan tren positif, implementasi fair hiring secara menyeluruh masih menghadapi tantangan cukup besar. Sebagai contoh, hanya 34% perusahaan yang secara rutin melatih karyawan mengenai unconscious bias dan hanya 27% perusahaan yang memberikan pelatihan khusus kepada tim rekrutmen.

Kemudian penggunaan teknologi AI untuk mengurangi bias dalam seleksi kandidat juga masih sangat minim, dengan angka hanya mencapai 16%. Jobstreet mencatat 73% perusahaan secara rutin meninjau ulang deskripsi lowongan kerja agar bebas dari unsur bias. Namun, fakta lain menunjukkan hanya 41% yang konsisten menerapkan panel wawancara yang beragam dan 34% perusahaan yang benar-benar menyediakan pelatihan anti-bias secara menyeluruh. (*)

# Tag