Mendorong UMKM Menembus Pasar Halal, BCA Targetkan 5.000 Sertifikasi Halal Hingga 2025

Mendorong UMKM Menembus Pasar Halal, BCA Targetkan 5.000 Sertifikasi Halal Hingga 2025
BCA gelar Workshop Sertifikasi Halal 2025 (Foto: BCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melanjutkan komitmennya dalam membangun ekosistem ekonomi halal di Indonesia.

Melalui program Workshop Sertifikasi Halal 2025, BCA tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga dukungan konkret bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperoleh sertifikat halal: dokumen yang kian penting dalam mengakses pasar domestik maupun global.

Pelaksanaan tahun ini dibuka di Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Kisaran, Sumatera Utara. Di titik awal ini, hampir 80 pelaku UMKM asal Kota Kisaran dan sekitarnya mengikuti workshop yang mencakup pendampingan proses sertifikasi halal hingga penyediaan biaya sertifikasi secara gratis.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Pelibatan UMKM dalam upaya mewujudkan visi tersebut menjadi sangat krusial, mengingat sektor ini mendominasi sekitar 99% dari total unit usaha di Indonesia,” ujar Kepala Kantor Wilayah V BCA, Iwan Santoso Narto.

“Melalui Workshop Sertifikasi Halal 2025, BCA berupaya mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri halal sekaligus mendorong perkembangan UMKM. Kami berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan program ini secara optimal untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar mereka,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Bakti BCA. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, peserta juga diberi akses ke pembukaan rekening secara online, aktivasi metode pembayaran QRIS melalui aplikasi Merchant BCA, fasilitas pembiayaan usaha (KUR), hingga pelatihan berbasis tiga pilar: pelaku, pasar dan produk, serta business model canvas. Setelah workshop berakhir, pelaku UMKM juga mendapat kesempatan mengikuti coaching clinic serta pelatihan pemasaran digital secara daring.

Target BCA tahun ini cukup ambisius: penerbitan 2.000 sertifikat halal baru bagi UMKM di berbagai penjuru Indonesia. Angka ini melanjutkan capaian 3.000 sertifikat yang telah difasilitasi BCA selama 2023–2024. Bila berjalan sesuai rencana, total dukungan sertifikasi halal yang diberikan BCA akan mencapai 5.000 sertifikat pada akhir 2025.

Pentingnya sertifikasi halal tidak hanya berdampak pada kepatuhan hukum, tetapi juga pada performa usaha. BCA mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM RI yang menunjukkan bahwa omzet pelaku usaha meningkat sekitar 8,5% setelah memperoleh sertifikat halal.

“Kami sangat antusias untuk melanjutkan program Workshop Sertifikasi Halal di tahun 2025. Seluruh materi telah dirancang khusus untuk menjawab kendala yang kerap dihadapi pelaku UMKM dalam mengurus sertifikat halal,” ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.

“Secara bersamaan, BCA juga memastikan program ini menjangkau berbagai daerah di Indonesia, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh pelaku UMKM dari berbagai latar belakang dan sektor usaha. Semoga program ini dapat mencetak semakin banyak UMKM unggul yang mampu berkontribusi aktif dalam penguatan industri halal serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” dia menambahkan.

Selain program sertifikasi halal, BCA secara aktif mendampingi sektor UMKM melalui berbagai kanal. Dukungan tersebut mencakup inisiatif seperti Pojok UMKM, BCA UMKM Fest 2024, pembinaan UMKM desa wisata, pelatihan UMKM Go Export sejak 2023, hingga fasilitasi 32 UMKM binaan dalam ajang Trade Expo Indonesia.

Menariknya, BCA juga mencatat bahwa perluasan pasar dari sejumlah UMKM binaan memiliki potensi nilai ekspor yang mencapai sekitar Rp37 miliar sepanjang 2024. (*)

# Tag