Dari Kredit hingga Digitalisasi, Ini Jurus BNI Dukung UMKM Naik Kelas

null
Foto : BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional dengan ambil bagian dalam peringatan Hari Kewirausahaan Nasional yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Acara bertema “Wirausaha Tangguh – UMKM Tumbuh, Indonesia Maju” ini diprakarsai oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa keikutsertaan BNI merupakan wujud nyata dukungan terhadap pertumbuhan sektor wirausaha di Indonesia.

Menurutnya, BNI ingin menjadi bagian dari solusi dalam membangun UMKM yang mandiri secara operasional, inovatif dalam mengembangkan produk dan layanan, serta berkelanjutan melalui dukungan pembiayaan, pendampingan, dan digitalisasi agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Peringatan ini dihadiri oleh pelaku usaha, akademisi, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, hingga jaringan kewirausahaan dari seluruh Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi cerminan antusiasme terhadap upaya bersama memperkuat fondasi kewirausahaan sebagai penggerak ekonomi nasional.

Momentum ini dinilai strategis untuk mendorong kelahiran wirausahawan tangguh, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan UMKM dalam kerangka visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, acara ini turut mengukuhkan semangat pembangunan ekonomi kerakyatan sebagaimana termaktub dalam Asta Cita 3 dan Asta Cita 6.

BNI selama ini menaruh perhatian serius pada sektor UMKM, terutama yang berorientasi ekspor. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui Xpora Powered by BNI, program andalan yang mendorong UMKM menembus pasar global. Fokus utama program Xpora tahun ini adalah pemberian advisory dan penyelenggaraan business event yang membuka peluang konkret bagi peningkatan daya saing UMKM.

Selain Xpora, BNI juga mengembangkan berbagai program tersegmentasi yang menyasar pemberdayaan UMKM di sektor-sektor tertentu. Di antaranya Program BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK), Program BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI), serta BNI Desa Digital Khatulistiwa (Dedikasi) — yang semuanya bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas.

Per April 2025, BNI telah menyalurkan kredit senilai Rp33,6 triliun kepada 39.845 debitur UKM berorientasi ekspor. Dukungan ini menyasar berbagai sektor strategis seperti manufaktur (produksi perikanan, produk kayu, tekstil), perdagangan (perikanan, seni kayu, kerajinan tangan), pertanian, dan sumber daya alam.

“UMKM yang tangguh menjadi fondasi penting bagi terciptanya ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. BNI berkomitmen mendorong penguatan UMKM melalui pembiayaan yang tepat guna, pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi,” tegas Okki.

Ke depan, BNI akan terus memacu semangat kewirausahaan lintas generasi. Harapannya, semakin banyak wirausaha baru dan unggul yang lahir dan memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju dan sejahtera. (*)

# Tag