CEO Telekomunikasi Semakin Pede Pasca Mengadopsi AI, Menopang Pertumbuhan Bisnis
Kitman Cheung, Chief Technology Officer, IBM ASEAN. Foto: IBMIBM Institute for Business Value merilis laporan bertajuk The 2025 CEO Study. Pada kajian ini, IBM mengidentifikasi sebanyak 79% CEO perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia melihat peluang besar terhadap inovasi berbasis AI. Kemudian 58% dari mereka percaya akan keunggulan kompetitif melalui keaktifan pengadopsian AI Agents.
Kemudian 63% para CEO menyebut pihaknya harus memanfaatkan teknologi yang super cepat ketimbang kemampuan manusia untuk beradaptasi. Hal ini beriringan dengan 56% dari mereka sangat mendorong perusahaan untuk mengadopsi AI Generatif lebih cepat.
Kitman Cheung, Chief Technology Officer di IBM ASEAN, mengatakan tiga prioritas utama para CEO perusahaan telekomunikasi dalam tiga tahun kedepan. Pertama, inovasi produk dan layanan. Seperti AIaaS, solusi AI khusus industri B2B (bussines to bussines) dan B2C (bussines to consumer) beserta domain sebagai layanan. Adapula, Network Backbone yang diproyeksikan meningkat tiga kali lipat dalam 10 tahun mendatang sehingga memadati pusat data AI. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan telekomunikasi harus menyediakan konektivitas fiber dan jaringan 5G.
Kedua, ekosistem dan kemitraan. Kitman berpendapat perusahaan telekomunikasi berada di persimpangan jalan antara adopsi AI untuk mendorong produktivitas dan profit, dengan perubahan model bisnis. Tentunya perubahan itu akan berpengaruh pada aliran pendapatan perusahaan yang baru.
Ketiga, dalam sisi produktivitas dan profitabilitas, AI akan meningkatkan kedua sisi tersebut. Misalnya AI untuk pelayanan pelayanan pelanggan melalui chatbot maupun agen AI-Assistant. Sebab pelayanan pelanggan adalah nomor satu dalam peningkatan profit. Selanjutnya, penggunaan AI untuk pemasaran dan penjualan.
“Cara mendapatkan klien baru adalah menggunakan hiper-personalisasi, analisis sentimen pelanggan agar memahami kebutuhan pelanggan dengan baik,” ucap Kitman pada Forum Editorial Virtual ASEAN: Membangun Masa Depan Telekomunikasi dengan AI di Rabu (11/6/2025). The 2025 CEO Study itu melibatkan lebih dari 2 ribu CEO di 24 industri yang tersebar di 33 lokasi di seluruh dunia. (*)