Mengintip Peta Pertambangan Nikel di Berbagai Wilayah Indonesia

Mengintip Peta Pertambangan Nikel di Berbagai Wilayah Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (kanan) meninjau tambang PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, 7 Juni 2025.  (Dok: esdm.goid)

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu komoditas andalannya adalah nikel, logam strategis yang kian menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Persebaran tambang nikel di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, berikut penjelasannya.

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia menyumbang sekitar 26 persen dari total cadangan nikel global. Nikel sendiri merupakan komponen penting dalam industri baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat, yang menjadikannya kunci dalam agenda transisi energi bersih yang sedang digalakkan pemerintah.

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton. Angka ini setara dengan 52 persen dari total cadangan nikel global yang mencapai 139 juta ton. Jumlah ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam peta produksi dan perdagangan nikel dunia.

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia menguasai sekitar 26 persen dari total cadangan global. Nikel berperan penting dalam industri baterai dan baja tahan karat, sehingga menjadi kunci bagi transisi energi bersih yang sedang didorong pemerintah.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton. Jumlah ini setara dengan 52 persen dari total cadangan nikel global yang mencapai 139 juta ton. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri nikel dunia, sekaligus menjadi motor penting bagi ekonomi nasional.

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia menguasai sekitar 26 persen dari total cadangan global. Nikel berperan penting dalam industri baterai dan baja tahan karat, sehingga menjadi kunci bagi transisi energi bersih yang sedang didorong pemerintah.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton. Jumlah ini setara dengan 52 persen dari total cadangan nikel global yang mencapai 139 juta ton. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri nikel dunia, sekaligus menjadi motor penting bagi ekonomi nasional.

Berikut ini data yang menunjukkan sebaran perizinan tambang nikel di Indonesia:

IUP Eksplorasi

1. SULAWESI TENGAH

jumlah izin 2

luas wilayah 19. 095

2. SULAWESI SELATAN

Jumlah izin 2

Luas Wilayah 10.900

IUP OP

1. SULAWESI TENGGARA

jumlah izin 170

Luas Wilayah 243.755 HA

2. SULAWESI TENGAH

Jumlah Izin 100 HA

Luas Wilayah 212.838

3. SULAWESI SELATAN

Jumlah Izin 4

Luas Wilayah 6.990 HA

4. MALUKU UTARA

Jumlah izin 45

Luas wilayah 160.944

5. MALUKU

Jumlah Izin 2

Luas Wilayah 8.244 HA

6. PAPUA

Jumlah Izin 1

Jumlah Izin 5.000 HA

7. PAPUA BARAT

Jumlah Izin 4

Luas Wilayah 21.420 HA

8. KALIMANTAN SELATAN

Jumlah izin 1

Luas wilayah 888

KK OP

1. SULAWESI TENGAH / SULAWESI SELATAN

Jumlah Izin 2

Luas Wilayah 93.265

2. SULAWESI TENGGARA

Jumlah Izin 2

Luas Wilayah 24.752

3. MALUKU UTARA

Jumlah Izin 1

Luas Wilayah 45.065

4. PAPUA BARAT

Jumlah Izin 1

Luas Wilayah 13.136

Sumber: Tempo.co

# Tag