Grab Indonesia Menjabarkan Kontribusinya ke Mitra Ojol, UMKM dan Pendidikan

null
Logo Grab. (Ilustrasi foto : Istimewa)

Grab Indonesia sejak pertama kali beroperasi terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Pertama, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. "Industri ride hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2%terhadap total PDB Indonesia, dimana Grab berkontribusi setengah dari PDB industri, mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari seluruh ekosistem layanan Grab," kata Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Selain itu, transformasi sosial dan peluang penghasilan. Dalam hal ini, lebih dari 50% mitra pengemudi Grab yag sebelumnya menganggur itu memiliki penghasilan dan akses pelatihan keterampilan serta literasi digital dan keuangan setelah menjadi mitra pengemudi di Grab Indonesia.

Selain itu, Grab Indonesia mendukung UMKM dan menciptakan lapangan kerja. Melalui program Kota Masa Depan, lebih dari 26.000 UMKM di 15 kota di berbagai daerah mendapatkan beragam pelatihan. Dengan hadirnya GrabMart Pasar, 5.200+ pedagang pasar kini telah terdigitalisasi. Sebesar Rp 6 triliun pembiayaan usaha ke 445.000+ Mitra Pengemudi dan UMKM telah disalurkan melalui program GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha. “Grab juga membawa beberapa perwakilan UMKM Indonesia untuk hadir dalam acara internasional seperti MotoGP Mandalika, G20 Bali, dan World Economic Forum (WEF) Davos 2025," ungkapnya.

Selanjutnya, Grab Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kepada pelajar. Melulai program GrabScholar telah diberikan kepada total 3.474 pelajar Indonesia di 171 kota dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi sejak 2022. Beasiswa ini mencakup kebutuhan biaya hidup sehari-hari, biaya buku dan aktivitas, dan uang sekolah atau iuran tiap semester.

Kemudian, Grab juga mendorong energi bersih dan inklusi digital. Grab Indonesia mengoperasikan 11 ribu lebih kendaraan listrik sejak 2019, mengurangi 30 ribu ton emisi karbon dan menghemat 250 juta liter BBM yang mendukung transisi energi hijau di sektor transportasi.

“Grab telah mengoperasikan armada listrik terbesar di Indonesia sebanyak 11.000+ kendaraan listrik sejak 2019, dan berhasil mengurangi 30.000+ ton emisi karbon dengan total 250 juta KM perjalanan setara dengan 6.900x mengelilingi bumi, serta menghemat 11 juta liter BBM—mendukung transisi energi hijau di sektor transportasi,” ungkapnya.

Terakhir, Grab juga mendukung Integrasi dengan Transportasi Umum. Sebanyak 71% pengguna ojol menggunakan layanan Grab sebagai first-mile last-mile dari/ke transportasi publik (Litbang Kompas & Wamesa Consulting, 2025). “Hal ini dibuktikan dengan komitmen kuat Grab untuk terus mengintegrasikan akses transportasi online dengan sarana transportasi umum seperti KCIC, MRT, KAI, Transjakarta, KRL, dan lain-lain,” ujarnya

Tirza menyampaikan, Grab hadir dan tumbuh di Indonesia dengan komitmen jangka panjang untuk menjadi mitra pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui kemitraan strategis dengan pelaku UMKM, pengemudi, pemilik warung, pelajar hingga mitra logistik, Grab telah membuka akses terhadap peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau oleh banyak orang.

Lebih dari sekadar layanan aplikasi, Grab juga berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memperoleh penghasilan secara mandiri dan berkelanjutan. "Grab percaya penguatan ekosistem digital melalui kolaborasi dan inovasi tetap menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Grab akan terus melangkah bersama Indonesia, menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat UMKM, dan membuka lebih banyak peluang untuk semua," tegas Tirza. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag