Casa Dei Montessori Hadir di Alam Sutera, Tawarkan Pendidikan Anak Usia Dini dengan Pendekatan Modern
Untuk menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih modern, Casa Dei Montessori resmi dibuka di kawasan Mall Alam Sutera, Serpong, Tangerang. Berdiri di atas lahan seluas 700 meter persegi, sekolah ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 6 tahun, dengan pendekatan khas Montessori.
“Tagline kami adalah School Readiness. Kami ingin membantu anak-anak membangun kesiapan yang tinggi secara kognitif, sosial, dan emosional untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya,” ujar Riekee Afrilia, Director of Casa Dei Montessori.
Menurutnya, setiap anak adalah individu yang unik dengan potensi luar biasa. Karena itu, seluruh rencana pembelajaran disusun secara personal oleh guru-guru berpengalaman yang telah mendapatkan pelatihan khusus metode Montessori.
“Pendekatan ini memungkinkan anak untuk berkembang sesuai ritmenya sendiri, dengan bimbingan penuh perhatian yang mendukung perjalanan belajar mereka secara menyeluruh,” jelasnya.
Pendekatan pendidikan Casa Dei Montessori mencakup lima area utama dalam filosofi Montessori: Practical Life (Keterampilan Hidup), Sensorial, Matematika, Bahasa, dan Kultural.
Salah satu elemen kurikulum yang diunggulkan adalah integrasi bahasa Mandarin sebagai bahasa asing, yang diharapkan dapat membekali anak-anak dengan keterampilan bahasa dan wawasan budaya yang relevan di era global saat ini.
Tak hanya itu, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai aktivitas penunjang seperti dramatic play, seni dan kerajinan, musik dan gerak tubuh, serta program literasi kolaboratif antara anak dan orang tua.
Salah satu kegiatan unggulan adalah Pet and Plant Parenting, di mana setiap minggu anak diberi tugas membawa tanaman atau hewan peliharaan ke sekolah, sebagai bentuk pengenalan tanggung jawab sejak dini.
Saat ini, Casa Dei Montessori memiliki tiga jenjang kelas, yaitu: Baby Class (usia 9–18 bulan), Nursery (18 bulan–3 tahun), dan Kindergarten (3–6 tahun).
Riekee menegaskan bahwa Casa Dei Montessori bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan komunitas belajar yang menghormati setiap tahap perkembangan anak.
“Kami ingin membekali anak-anak menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dan penuh empati. Mereka akan belajar melalui bermain peran, pengalaman sensorik, serta pengembangan keterampilan motorik kasar dan halus,” tuturnya.
Selain menyambut tahun ajaran baru yang akan dimulai pada pertengahan Juli 2025 dengan target total 50 murid, sekolah ini juga akan menggelar Holiday Class Special pada 23–27 Juni 2025. Kelas ini terbuka untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 6 tahun di semua jenjang: Baby Class, Nursery Class, dan Kindergarten Class.
Program Holiday Class dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna melalui kolaborasi dengan berbagai brand. Beberapa di antaranya adalah Cinnabon (eksplorasi pembuatan cinnamon roll), Hei.U Learning (aktivitas seni kreatif), Little Panda Mandarin (interaksi dengan bahasa Mandarin), Bootcamp+ (gimnastik untuk melatih motorik dan koordinasi), serta Little Mendelssohn (eksplorasi musik melalui ritme, lagu, dan instrumen).
“Berbagai kolaborasi ini kami hadirkan agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang holistik, sekaligus menjadi momentum untuk menarik murid baru bergabung di tahun ajaran mendatang,” kata Riekee. (*)