Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Pameran Industri Furnitur, Woodworking, dan Perangkat Keras Bakal Digelar di JIExpo Kemayoran

null(Kiri-kanan) Tanangga Karim Perwakilan dari PT Amara Pameran Internasional, Etty Anggraeni Director PT Amara Pameran Internasional; Cloudinia J. Dieter Project Director WAKENI; Stephanie Sim Project Director Koelnmesse Singapore; Deasi Dianasari Treasurer of HDII; Sofyanto Widjaja Direktur PT Wahana Kemala Niaga; Jimmy Chandra, Deputy Chairman for R&D and Regulations Indonesian Sawmill and Woodworking Association.

Indonesia menjadi pusat perhatian global di bidang industri furnitur, woodworking, dan perangkat keras global. Alhasil untuk pertama kalinya, tiga pameran internasional berskala besar yakni Interzum Jakarta (Trade Fair for Furniture Production and Interior Design), IHFI (International Hardware Fair Indonesia) dan IFMAC (International Furniture Manufacturing Components Exhibition) & Woodmac (International Woodworking Machinery Exhibition).

Ketiga pameran tersebut akan diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 24 - 27 September 2025. Penyelenggaraan pameran ini merupakan kolaborasi antara Koelnmesse, Amara Group, dan Wakeni.“IFMAC & WOODMAC telah menjadi tolok ukur industri selama bertahun-tahun, dan kini semakin kuat dengan kehadiran interzum jakarta dan IHFI. Kami berharap, tahun ini akan menjadi titik balik penting untuk memperkuat jejaring manufaktur dan menampilkan teknologi kelas dunia dari Jakarta ke Asia Tenggara dan dunia," tutur Cloudinia J. Dieter, Project Director Wakeni di Jakarta, pada Selasa (17/6/2025).

Pameran tahun ini diramaikan oleh berbagai program menarik seperti hosted buyer program, business matching, industry talks, DIY workshop, hingga mobile space interior, sebuah showcase desain interior inovatif untuk gaya hidup urban yang serba cepat dan menuntut fleksibilitas ruang. Konsep ini hadir sebagai jawaban atas keterbatasan ruang di kota besar seperti Jakarta dan kebutuhan masyarakat modern akan mobilitas tinggi.

"Dengan mempertemukan pelaku dari hulu hingga hilir, mulai dari penyedia bahan baku, teknologi, komponen, hingga solusi desain dan interior, pameran ini membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang mendorong pertumbuhan bersama," ucap Etty Anggraeini, Director PT Amara Pameran Internasional.

Selain itu, The Re:Create Stage akan menghadirkan rangkaian sesi diskusi yang dipandu oleh KOL (key opinion leader), peserta pameran, dan asosiasi, yang akan membagikan wawasan seputar desain, inovasi, dan perkembangan pasar. Sementara itu, Material Library yang dikurasi oleh Playo akan menampilkan berbagai pilihan material dan finishing yang dikurasi secara khusus memberikan pengunjung perspektif visual dan taktil terhadap tren yang sedang berkembang.

Seluruh rangkaian acara ini mendapat dukungan dari asosiasi industri terkemuka, seperti ISWA (Asosiasi Sawmill dan Woodworking Indonesia), Asmindo (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia), dan HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia).

Adapun pameran Interzum Jakarta, IHFI, IFMAC dan Woodmace menargetkan 15 ribu pengunjung selama tiga hari acara berlangsung. Mengenai target transaksi, Sofyanto Widjaja, Direktur PT Wahana Kemala Niaga mengatakan akan ada berbagai varian mesin yang dipamerkan, sehingga penjualannya tentu tak mudah terlebih lagi segmen yang dibidik adalah B2B. Meski begitu, dia memperkirakan transaksinya bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

"Yang kami lihat adalah kesuksesannya dari keberhasilan dari para peserta pameran. Di mana peserta itu kalau setiap tahun ikut pameran, berarti ada hasilnya," tandasnya. (*)

# Tag