Analis Komentari BEI Perpanjang Jam Perdagangan Bursa, Naikkan Likuiditas!
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengkaji penyesuaian perdagangan bursa, yakni lebih awal pada pukul 08.00 atau memperpanjang waktu penutupan menjadi pukul 17.00 WIB. Namun, Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan hal tersebut belum tentu menaikkan engagement perdagangan bursa saham.
“Yang dibutuhkan supaya transaksi itu saham naik adalah likuiditas, bukan jam perdagangan yang ditambah,” tegas Liza ketika ditemui awak media di Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Liza menjelaskan,likuiditas menjadi kunci untuk menaikkan transaksi bursa saham, terlebih likuiditas dibutuhkan bagi para fund manager atau investor yang melakukan trading saham. Liza menyayangkan ketika beberapa saham mengalami volatilitas transaksi, malah dikenakan suspensi. Hal ini, menurut Liza, akan mengecilkan kolam investasi asing di Indonesia.
Saat ini, waktu perdagangan bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Manajemen BEI kini masih menggodok kajian lebih lanjut terkait perpanjangan waktu perdagangan bursa saham tersebut.
Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 7.107,79, menurut aplikasi IDX Mobile. Tadi pagi, IHSG masih dibuka melemah di level 7.155,12, dengan level tertinggi di 7.166,67 dan level terendah di 7.089,45.
Nilai kapitalisasi pasar IHSG hari ini mencapai 12.425 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,51 triliun. Adapun volume transaksi hari ini mencapai 20,18 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,2 juta kali.
Saham-saham yang menjadi penggerak atau top gainer hari ini antara lain PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP).
Sementara, saham-saham penghambat atau top loser hari ini adalah PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), PT Modern Internasional Tbk (MDRN), dan PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE). (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.