Desa Wisata Penglipuran Menyiapkan Beragam Atraksi Budaya di Liburan Sekolah

null
Wisatawan di Desa Wisata Penglipuran di Tabanan, Bali. (Foto : Istimewa).

Manajemen Desa Wisata Penglipuran menyiapkan berbagai program untuk menyongsong liburan sekolah pada Juni-Juli 2025. Beragam atraksi budaya dipersiapkan oleh pengelola desa ini untuk menyambut para wisatawan di musim liburan itu. Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, mengatakan dalam rangka memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan, Desa Penglipuran telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kenyamanan dan kepuasan pengunjung dengan menyiapkan berbagai atraksi budaya dan aktivitas ramah keluarga.

"Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang ke Penglipuran, khususnya dalam suasana liburan. Berbagai atraksi budaya dan pengalaman khas telah kami siapkan agar wisatawan dapat merasakan kekayaan budaya Bali secara langsung," ujarnya Sumiarsa saat dihubungi swa.co.id pada Rabu (18/6/2025) kemarin.

Nantinya, pengelola desa ini menggelar pementasan Tari Tradisional Bali di tengah- tengah hutan bambu pada akhir pekan. Untuk wisatawan dari kalangan perempuan, Desa Penglipran menyiapkan workshop pembuatan canang dan loloh (jamu) cem- cem. Pemandu wisata akan mengajak jelajah alam dan hutan bambu yang membentang seluas 45 hektare.

Kawasan hijau ini mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan budaya. Wisatawan juga diajak menikmati Pasar Pelipur Lara di tengah-tengah hutan bambu yang menjual kuliner khas Penglipuran dengan suasana pedesaan. Selain itu, wisatawan dapat menikmati pengalaman menginap di desa dengan paket eksklusif yang mencakup makan malam tradisional di tengah - tengah hutan bambu.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih otentik, para wisatawan bisa menyewa busana adat Bali yang disediakan oleh warga setempat. Selain menjadi daya tarik wisata, aktivitas ini juga mendukung perekonomian masyarakat lokal. "Kami menghadirkan sesuatu yang istimewa bagi wisatawan, mereka tidak hanya sekadar menginap, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Penglipuran yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur," tutur Sumiarsa.

Rencananya, Desa Penglipuran menggelar acara puncak, Penglipuran Village Festival pada 10 - 12 Juli 2025. Beragam atraksi budaya diyakini memikat para wisatawan. Sumiarsa mengatakan target jumlah wisatawan sebanyak 10 ribu orang menyaksikan Penglipuran Village Festival.

"Kami berharap wisatawan yang datang bisa lebih memahami filosofi hidup masyarakat Bali yang selalu mengutamakan keseimbangan, antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta. Desa Penglipuran bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga tempat untuk belajar dan merasakan kehidupan, budaya dan keindahan alam yang sesungguhnya," tambah Sumiarsa. (*)

# Tag