TBS Energi Utama (TOBA) Bantah Danantara Bakal Investasi, Ini Penjelasannya
Manajemen perusahaan dari emiten energi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), menyampaikan klarifikasi mengenai rumor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berinvestasi ke perseroan. Manajemen TOBA menyangkal informasi mengenai rencana aksi korporasi atau pun investasi dari lembaga dana kelolaan negara (sovereign wealth fund) tersebut.
“Kami sampaikan itu tidak benar, tidak berdasar, tidak ada transaksi atau aksi korporasi yang sedang berlangsung dengan Danantara saat ini,” tegas SVP Corporate Finance and Investor Relations TBS Energi Utama, Mirza Hippy pada paparan publik virtual di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Sebelumnya, rumor antara TBS Energi Utama dengan Danantara tersebut muncul lantaran perusahaan yang kini berfokus di energi baru terbarukan (EBT) itu terafiliasi dengan Pandu Sjahrir, yang saat ini menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara.
Saat ini, Danantara memfokuskan diri untuk berinvestasi di berbagai sektor, mulai ketahanan pangan, ketahanan energi, pengolahan bahan mentah (downstreaming), hingga hlirisasi. Namun, tidak menutup kemungkinan sektor EBT juga masuk dalam sasaran lembaga dana kelolaan negara tersebut.
Harga saham TOBA pada perdagangan hari ini ditutup melemah 40 poin atau turun 4,73% menjadi Rp805 dari perdagangan sebelumnya. Kapitalisasi pasar TOBA mencapai Rp6,64 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp205,5 miliar. Adapun volume dan frekuensi transaksinya, masing-masing sebanyak 246,6 juta saham dan telah diperdagangkan 20.830 kali pada hari ini. (*)