Konsisten Viral di FYP, Moell Tancap Gas Garap Perawatan Kulit Bayi
Peningkatan kesadaran orang tua terhadap kesehatan anak dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang emas bagi pasar perawatan kulit bayi dan anak di Indonesia.
Menurut data Statista, pada tahun 2025, pasar ini diperkirakan meraih pendapatan sebesar US$100,88 juta atau sekitar Rp1,6 triliun, dan diprediksi tumbuh rata-rata 7,14% per tahun.
Namun, di tengah pertumbuhan pasar yang menjanjikan, orang tua di Indonesia kerap dihadapkan pada dilema: produk impor yang dinilai berkualitas, namun tidak ramah di kantong.
“Bagus, tapi mahal,” adalah ungkapan yang kerap terlontar saat mereka berupaya memilih produk perawatan kulit terbaik untuk buah hati mereka.
Situasi inilah yang ditangkap oleh pasangan Jonathan dan Uung Victoria Finky. Alih-alih memanfaatkan peluang pasar semata, keduanya berangkat dari empati terhadap keresahan orang tua. Dari sana, lahirlah Moell, brand perawatan kulit bayi dan anak yang menawarkan produk terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
Riset Serius, Bukan Sekadar Viral
Sebelum meluncurkan Moell, pasangan ini menghabiskan 1,5 tahun untuk proses riset dan pengembangan (R&D), berkolaborasi dengan dokter anak dan dokter kulit. Bagi mereka, kualitas berbasis riset adalah fondasi utama.
“Belakangan, produk-produk viral dianggap otomatis berkualitas. Padahal, kualitas sejati adalah yang berbasis riset dan mampu merebut hati konsumen dari mulut ke mulut,” ujar Uung.
Komitmen pada kualitas tersebut membuat Moell berbeda. Penggunaan bahan lokal berkhasiat tinggi membuat harganya lebih kompetitif dibanding produk impor, namun tetap aman dan efektif.
Hasilnya, menurut riset Compas pada 2024, Moell berhasil menjadi brand perawatan bayi terlaris dan paling disukai di platform e-commerce Indonesia dengan penguasaan pasar sebesar 17,6%.
Dari Komunitas Ibu Menyusui ke Brand Kulit Anak
Moell bukan debut pertama Jonathan dan Uung dalam dunia bisnis. Sebelumnya, mereka sukses membesarkan Mom Uung, brand ASI booster yang populer di kalangan ibu menyusui. Komunitas yang terbentuk dari sana menjadi inspirasi dan fondasi kepercayaan saat mereka meluncurkan Moell pada tahun 2022.
Menurut Jonathan, pendekatan mereka tak sekadar menjual produk, tetapi memahami pain point orang tua: gatal, iritasi, ruam, dan berbagai masalah kulit anak yang umum namun sering diabaikan produsen besar. Moell hadir sebagai solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga edukatif.
“Moell hadir bukan hanya untuk berjualan, tapi menjadi teman perjalanan keluarga dalam memahami pentingnya perawatan kulit sejak dini,” ujar Uung. Edukasi konsumen menjadi salah satu prioritas utama brand ini.
Tumbuh Lewat Strategi Digital dan Kolaborasi
Sejak awal, Uung menyadari potensi besar e-commerce untuk menjangkau pasar lebih luas. Saat ini, 60% penjualan Moell berasal dari platform e-commerce, termasuk Lazada Indonesia. Pada 2023, Moell bergabung dengan LazMall, kanal premium Lazada yang menjamin keaslian produk dan memberikan jaminan uang kembali.
Kehadiran di LazMall tak hanya memperkuat citra Moell sebagai brand lokal berkualitas, tapi juga membuka akses terhadap berbagai fitur strategis seperti Gratis Ongkir, Voucher Toko, serta program afiliasi LazAffiliate yang melibatkan para kreator konten untuk memperluas jangkauan.
Tak kalah penting, Moell juga memanfaatkan fitur Business Analyzes di Seller Center Lazada untuk membaca tren konsumen dan mengevaluasi performa penjualan — sebuah pendekatan berbasis data yang kini menjadi keunggulan kompetitif dalam dunia digital.
Stefan Winata, Chief Business Officer Lazada Indonesia, menyatakan, “Lazada berkomitmen menciptakan ruang bagi pelaku UMKM dan brand lokal untuk tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi digital.” Moell menjadi salah satu contoh sukses kolaborasi antara kualitas produk dan strategi pemasaran digital yang tepat sasaran. (*)