Strategi Polytron Hadapi Gempuran Merek Global

Tekno Wibowo, Commercial Director PT Hartono Istana Teknologi
Tekno Wibowo, Commercial Director PT Hartono Istana Teknologi (Ist)

Di tengah hiruk-pikuk merek-merek raksasa yang memenuhi lanskap elektronik global, ada satu nama dari dalam negeri yang melaju tanpa gegap gempita: Polytron.

Berbasis di Kudus dan berakar kuat pada semangat rekayasa dalam negeri, perusahaan ini membuktikan bahwa relevansi dan ketahanan bisa menjadi milik siapa saja — selama mereka bersedia membaca tanda zaman dan meresponsnya dengan ketekunan.

Di Tengah Perubahan

Sebagai salah satu Indonesia Original Brand (IOB) versi SWA, Polytron terus memperlihatkan daya saing yang kuat dalam menghadapi merek-merek global. Status ini bukan sekadar label, melainkan refleksi atas upaya panjang membangun reputasi, inovasi, dan kepercayaan konsumen dalam negeri. Di tengah derasnya arus globalisasi, Polytron menjadi bukti bahwa merek lokal mampu berdiri sejajar dengan merek internasional tanpa kehilangan jati diri.

Dunia terus berubah, begitu pula cara konsumen berinteraksi dengan merek. Dari sinilah tantangan bermula. Menyikapi kondisi ini, Tekno Wibowo, Commercial Director PT Hartono Istana Teknologi, menyebutkan bahwa tantangan terbesar adalah dinamika pasar yang sangat cepat dan persaingan ketat dengan merek-merek global.

"Selain itu, perubahan preferensi konsumen yang kini lebih digital-savvy menuntut kami untuk terus berinovasi, memperkuat kehadiran digital, dan membangun koneksi yang relevan dengan audiens melalui berbagai kanal digital,” ujarnya.

Namun tantangan selalu membawa peluang. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi membuka ruang besar untuk pertumbuhan.

Kolaborasi strategis dengan platform OTT lokal seperti Vidio, misalnya, telah meningkatkan brand engagement secara signifikan lewat perangkat Smart TV Polytron. Begitu pula dengan tren kendaraan listrik dan kebangkitan semangat mencintai produk lokal—semuanya menjadi medan baru yang menjanjikan.

“Peluang besar datang dari transformasi digital dan gaya hidup konsumen yang semakin mengandalkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Tekno.

Strategi inovasi Polytron tak berhenti di perangkat elektronik rumah tangga. Pada 2025, perusahaan ini mengambil langkah berani.

Polytron resmi memasuki pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia dengan meluncurkan dua varian motor — Polytron FOX‑S dan FOX‑R. Versi tertinggi, FOX‑R, menggunakan motor 3.000 W dan baterai berkapasitas 3,75 kWh, mampu menjangkau jarak hingga 130 km dalam satu kali pengisian penuh, dengan kecepatan maksimum mencapai 95 km/jam.

Motor ini juga dilengkapi fitur-fitur modern seperti panel instrumen digital, sistem smart key, lampu Full‑LED, USB charging, hingga alarm ganda anti-pencurian. Semua ini adalah bagian dari upaya Polytron untuk menyasar pengguna urban yang mengedepankan teknologi dan keamanan.

Motor Polytron (Foto: Polytron)
Motor Polytron (Foto: Polytron)

Selain itu, mereka juga meluncurkan mobil listrik G3 dan G3+, hasil kolaborasi dengan Skyworth Auto dari Tiongkok. Dua SUV listrik ini diproduksi secara lokal dengan TKDN mencapai 40%, dilengkapi baterai LFP 51,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 402 km.

Dengan harga yang kompetitif dan fitur canggih seperti ADAS Level 2, kehadiran G3 dan G3+ menjadi simbol ekspansi Polytron ke ranah mobilitas berkelanjutan dan tantangan langsung kepada dominasi merek otomotif global.

Potret desain depan mobil listrik Polytron G3+. (Foto: Syifa/SWA)
Potret desain depan mobil listrik Polytron G3+. (Foto: Syifa/SWA)

Inovasi Jadi Tumpuan

Di balik setiap inovasi, ada ratusan orang yang bekerja dalam senyap. Tim riset dan pengembangan Polytron — lebih dari 669 karyawan yang seluruhnya berbasis di Indonesia — terbagi dalam enam divisi mulai dari software hingga mechanical design.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap produk yang diluncurkan tak hanya membawa inovasi dan kualitas, tapi juga relevansi dengan kehidupan keluarga Indonesia. Pendekatan berbasis R&D itu menjadi fondasi dari strategi menyeluruh Polytron dalam menjaga relevansi di tengah kompetisi yang makin dinamis.

Strategi untuk tetap kompetitif dibangun dari tiga fondasi: inovasi produk, kualitas tinggi, dan kedekatan dengan konsumen. “Kami mengandalkan strategi yang fokus pada tiga hal utama: inovasi produk, kualitas tinggi, dan kedekatan dengan konsumen,” kata Tekno.

Narasi bahwa Polytron adalah merek asli Indonesia yang mengusung teknologi mutakhir dijaga dengan serius, termasuk lewat kontribusinya pada peningkatan TKDN, pengembangan SDM, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Optimalisasi Medsos

Pendekatan komunikasi mereka pun tak kalah strategis. Media sosial digunakan bukan sekadar alat promosi, melainkan jembatan untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan berbagai segmen konsumen.

“Tentu, media sosial menjadi salah satu pilar utama dalam strategi komunikasi kami. Kami aktif di platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube untuk menjangkau berbagai segmen audiens. Di sana kami menyampaikan edukasi produk, inovasi terbaru, konten hiburan, serta menjalin interaksi langsung dengan pengguna,” jelas Tekno.

Inovasi teknologi seperti Quantum Display di Smart TV EQLED dan Smart Cinemax Soundbar menjadi bukti bahwa pengalaman pengguna adalah fokus utama.

Dalam distribusi, mereka menjalin kerja sama dengan e-commerce dan memperluas kanal digital, sementara aktivasi Vidio di perangkat Smart TV meningkat 2,5 kali lipat pada 2024 — sebuah indikator bahwa pendekatan lokal mereka mendapat sambutan hangat.

Namun inovasi teknis tak berarti tanpa dukungan layanan yang menyeluruh. Polytron memastikan pengalaman pelanggan berjalan mulus dari sebelum pembelian hingga layanan purna jual, dengan jaringan 61 pusat servis di seluruh Indonesia.

“Kami memastikan pengalaman menyeluruh dari sebelum pembelian, saat penggunaan, hingga layanan purna jual berjalan dengan baik,” ujar Tekno.

Dari kepuasan, lahir kepercayaan. Dan dari kepercayaan, muncul loyalitas dan rekomendasi. “Polytron memperkuat posisinya melalui tiga strategi bisnis utama yaitu menghadirkan produk berkualitas tinggi dan diversifikasi produk, berkomitmen terhadap inovasi, serta memperluas jangkauan distribusi.”

Andalkan Pemahaman Pasar Lokal

Ketika berbicara soal tekanan dari merek asing, Tekno menjawab singkat namun penuh keyakinan: “Kami sangat optimistis.” Mereka mengandalkan pemahaman terhadap kebutuhan pasar domestik seperti: produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, produksi dalam negeri dengan TKDN tinggi, serta distribusi yang merata.

Investasi terus digelontorkan ke sektor riset dan pengembangan, bukan hanya untuk bertahan di pasar lokal, tapi juga bersaing secara global. “Kami juga terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan serta inovasi untuk memastikan kami bisa bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga global,” kata Tekno.

Adapun tentang tantangan ke depan, perusahaan sudah menyiapkan langkah. “Tantangan di masa depan meliputi perubahan teknologi yang cepat, isu keberlanjutan, dan ketatnya persaingan dengan merek global. Kami mengantisipasi ini dengan memperkuat tim R&D lokal, mengadopsi pendekatan ramah lingkungan, dan menjalin kolaborasi strategis seperti pelatihan desain chip dengan ICDEC yang didukung mitra global,” ujar Tekno.

Dengan seluruh strategi ini, Polytron tidak hanya bertahan, tapi membangun pijakan yang kokoh untuk ekspansi lebih jauh ke masa depan. Di dunia yang berubah setiap detik, kisah Polytron adalah tentang ketekunan, tentang keyakinan bahwa merek lokal bisa berdiri sejajar dengan dunia — selama mereka tak kehilangan akar dan keberanian untuk tumbuh. (*)

# Tag