PT SMI Gelontorkan Pembiayaan US$ 144,9 juta untuk PLTP Ijen

PT SMI Gelontorkan Pembiayaan US$ 144,9 juta untuk PLTP Ijen
PLTP Ijen (Ist)

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan potensi panas bumi sebagai sumber energi ramah lingkungan. Salah satu proyek strategis di sektor ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Proyek ini masuk dalam program pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan dijadwalkan akan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

PLTP Ijen dirancang memiliki total kapasitas sebesar 110 megawatt (MW), dengan tahap pertama sebesar 35 MW yang akan disalurkan ke jaringan listrik Sistem Kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

Proyek ini dikembangkan oleh PT Medco Cahaya Geothermal (MCG), anak usaha Medco Power Indonesia yang merupakan kerja sama antara Medco Energi Internasional dan Ormat Technologies.

Dari sisi pembiayaan, proyek ini mendapatkan dukungan signifikan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, yang mengucurkan fasilitas pembiayaan senilai US$ 144,9 juta dari total nilai investasi sebesar US$ 205 juta.

“Dukungan ini menegaskan peran PT SMI sebagai Development Finance Institution (DFI) dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor energi hijau. Dengan memanfaatkan potensi energi panas bumi yang melimpah di kawasan Ijen, proyek ini tidak hanya menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” kata Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah.

Pembiayaan proyek ini dilakukan melalui skema blended finance dengan melibatkan platform SDG Indonesia One (SIO) milik PT SMI. Selain PT SMI, proyek ini juga didukung oleh sejumlah lembaga donor internasional, yaitu Agence Française de Développement (AFD), Global Green Growth Institute (GGGI), serta USAID melalui program USAID SINAR dalam bentuk technical assistance.

Kehadiran PLTP Ijen diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dari 9% menjadi 23% pada tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Proyek ini juga sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 atau lebih cepat, serta mendukung komitmen global dalam pengendalian perubahan iklim.

Dari sisi lingkungan, PLTP Ijen diperkirakan mampu menghindarkan emisi gas rumah kaca sebesar 228.636 hingga 838.332 ton CO₂ ekuivalen per tahun (tCO₂e/tahun).

Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga berdampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Dalam tahap pembangunan dan pengoperasian, PLTP Ijen menciptakan lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta membuka peluang usaha baru yang mendukung perekonomian lokal.

Meskipun PLTP Ijen dikembangkan melalui skema Business-to-Business (B2B) dan bukan proyek penugasan pemerintah, PT SMI tetap menunjukkan arah kebijakan korporasinya sejalan dengan mandat nasional.

Sejak 2022, PT SMI ditunjuk sebagai Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager oleh Kementerian Keuangan. Dalam peran ini, PT SMI bekerja sama dengan berbagai lembaga mitra, baik multilateral, bilateral, bank, lembaga filantropi, maupun think tank, untuk menyusun strategi pembiayaan dan investasi transisi energi — mencakup dana komersial maupun non-komersial seperti hibah dan bantuan teknis.

Selain PLTP Ijen, PT SMI juga terlibat dalam inisiatif pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1, sebagai bagian dari strategi nasional transisi energi.

“Meskipun ada tantangan, kami di PT SMI melihat energi panas bumi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Kami juga terbuka untuk bermitra dengan sektor swasta dan investor baik dari dalam maupun luar negeri, yang memiliki kesamaan visi dengan PT SMI dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk energi panas bumi,” ujar Reynaldi Hermansjah. (*)

# Tag