Laporan KSEI: Sederet Konglomerat Ini Tambah Porsi Saham Per 17-18 Juni 2025
Menurut laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat aktivitas penambahan maupun pengurangan saham oleh sejumlah investor individual dalam periode 17 hingga 18 Juni 2025. Laporan tersebut terbit di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2025 dan dipantau oleh SWA.co.id.
Beberapa nama investor seperti Sugiman Halim Lie, Sujito Ngatiman, Lo Kheng Hong, Hansen Jap, Trisna Muliadi, Jora Nilam Judge, Sabana Prawira Widjaja, hingga Robby Adijaya tercatat melakukan transaksi pembelian maupun penjualan saham. Berikut rincian pergerakan saham mereka:
1. Sugiman Halim Lie di saham BRMS
Jika dirinci, Sugiman memiliki saham di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dengan rekening di berbagai sekuritas seperti PT Semesta Indovest Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
Per 17 Juni 2025, Sugiman sebelumnya memiliki 10,41 miliar lembar saham BRMS atau porsinya 7,35%. Namun per 18 Juni 2025, Sugiman menambah saham BRMS menjadi 10,45 miliar lembar saham atau porsinya 7,37%.
2. Sujito Ngatiman di saham DEWI
Kedua, investor individual Sujito Ngatiman juga memiliki saham di PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI). Sujito memiliki rekening di berbagai sekuritas seperti PT KB Valbury Sekuritas dan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.
KSEI mencatat, kepemilikan saham DEWI per 17 Juni 2025 milik Sujito sebanyak 178,65 juta lembar saham atau porsinya 8,93%. Sementara per 18 Juni 2025, Sujito memliki 160,85 juta lembar saham atau porsinya 8,04%.
3. Lo Kheng Hong di saham GJTL
Ketiga, investor individual legendaris, Lo Kheng Hong juga menambah porsi kepemilikan saham di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Rekening Lo ada di berbagai sekuritas, seperti PT MNC Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, PT Ekokapital Sekuritas, PT Panin Sekuritas, PT INA Sekuritas Indonesia, dan PT Pluang Maju Sekuritas.
Kepemilikan Lo di GJTL per 17 Juni 2025 sebanyak 190 juta lembar saham atau porsinya 5,45%. Pada hari berikutnya, Lo memiliki 190,69 juta lembar saham atau 5,47% saham GJTL.
4. Hansep Jap di saham HALO dan SURI
Keempat, investor individual Hansen Jap juga terpantau menambah porsi saham di PT Haloni Jane Tbk (HALO) dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI). Rinciannya, Hansen memiliki rekening di berbagai sekuritas, yaitu PT Shinhan Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Dari dua rekening tersebut, Hansen memiliki saham HALO dan SURI. Per 17 Juni 2025, Hansen memiliki 4,73 miliar lembar saham atau 83,81% saham HALO. Sementara per 18 Juni 2025, Hansen memiliki 4,74 miliar lembar saham atau 83,95%.
Sedangkan untuk saham SURI, Hansen memiliki 5,19 miliar lembar saham atau 81,96% per 17 Juni 2025. Hari berikutnya, Hansen memiliki 5,19 miliar lembar saham atau 81,99% saham SURI per 18 Juni 2025.
5. Trisna Muliadi di saham JRPT
Kelima, investor individual Trisna Muliadi juga memiliki saham di PT Jaya Real Property Tbk (JRPT). Trisna memiliki rekening sekuritas di PT Bank HSBC Indonesia. KSEI mencatat, bahwa per 17 Juni 2025 Trisna belum memiliki saham JRPT. Namun pada 18 Juni 2025, Trisna menambah porsi saham di emiten properti tersebut menjadi 1,35 miliar lembar saham atau 9,88%.
6. Jora Nilam Judge di saham MENN
Keenam, investor individual Jora juga menguasai saham emiten teknologi PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN). Jora memiliki rekening sekuritas di PT BNI Sekuritas dan PT Ajaib Sekuritas Indonesia.
KSEI mencatat, Jora memiliki 578,02 juta lembar saham atau 40,31% di saham MENN per 17 Juni 2025. Sementara per 18 Juni 2025, Jorra memiliki 578,35 juta lembar saham atu 40,33%.
7. Sabana Prawira Widjaja di saham ULTJ
Ketujuh, investor individual sekaligus presiden direktur di PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), Sabana Prawira Widjaja tercatat menambah porsi kepemilikan saham di perusahaan produksi susu segar dan turunannya.
KSEI mencatat, Sabana memiliki rekening di tiga sekuritas, yaitu PT Sucor Sekuritas, PT Shinhan Sekuritas Indonesia, dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk.
Per 17 Juni 2025, Sabana memiliki 5,47 miliar lembar saham atau 52,69% saham ULTJ. Sedangkan per 18 Juni 2025, sahamnya bertambah menjadi 5,48 miliar lembar saham atau 52,72%.
8. Robby Adijaya di saham WOWS
Terakhir, investor individual Robby Adijaya juga tercatat menambah porsi saham di PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS). KSEI mencatat, Robby memiliki sejumlah rekening di berbagai sekuritas, seperti PT BCA Sekuritas, PT Stockbit Sekuritas Digital, PT Mandiri Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
KSEI mencatat, Robby memiliki saham WOWS sebanyak 297,18 juta lembar saham atau porsinya 12% per 17 Juni 2025. Kemudian di hari berikutnya, porsi saham itu bertambah menjadi 297,69 juta lembar saham atau 12,02%. (*)