Trimitra Trans Persada (BLOG) Targetkan Laba Bersih Rp122 Miliar di 2025
PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) atau B-Log mengincar laba bersih di 2025 naik sebesar 10% atau menjadi Rp122 miliar dari Rp112 miliar pada 2024. Perseroan menargetkan laba bersih ini mencapai Rp211 miliar pada 2029. Hal ini disampaikan Direktur B-Log, Wanny Wijaya, pada paparan publik virtual di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Perseroan pada 2024 membukukan pendapatan menjadi Rp1 triliun dari Rp800 miliar atau melonjak sebesar 35%. Adapun kontribusi kenaikan pendapatan tersebut adalah lini bisnis pengangkutan yang menyumbang 26% dan pergudangan 3,2%.
Meski lini bisnis pergudangan tergolong kecil, tetapi mengalami kenaikan signifikan lantaran anak usaha perseroan, PT Simpan Sini Aja (SSA), mulai beroperasi pada Oktober 2022.
“Memasuki tahun 2025-2026, kami melakukan investasi yang cukup banyak. Kami ekspansi lima gudang, membeli sejumlah truk yang baru dan cold storage chain. Nantinya, revenue B-Log di 2025 ditargetkan sekitar Rp1,2 triliun dan mencapai Rp1,9 triliun pada 2029,” ujar Wanny.
Rerata pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) 2022-2029 B-Log diproyeksikan naik sebesar 12% sedikit lebih tinggi dari pada pertumbuhan CAGR industri logistik gabungan antara pengangkutan dan pergudangan (dry and cold) di Indonesia yang berkisar 8%-10%.
Kemudian, aset tidak lancar B-Log di 2025 diperkirakan naik 86%, menjadi Rp1,2 triliun dari Rp717 miliar. Wanny memprediksikan aset perseroan tembus Rp2,2 triliun pada 2025 atau melejit 85%.
“Kami memberikan return kepada pemegang saham,” tutur Wanny. Berdasarkan prospektus BLOG, return on equity (ROE) perseroan pada 2024, 2023 dan 2022 masing-masing sebesar 29%, 27% dan 30%.
Trimitra Trans Persada berencana menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan menetapkan harga penawaran awal kisaran Rp240 hingga Rp270 per saham.
Perseroan pada aksi korporasi ini melepas sebanyak 563,25 juta lembar saham atau setara 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. BLOG berpotensi membukukan dana IPO Rp152,07 miliar.(*)