Jangan Salah, Ini Perbedaan antara Emas Putih dan Perak
Meskipun sepintas tampak serupa karena sama-sama berwarna putih mengilap, emas putih dan perak merupakan dua jenis logam yang berbeda, baik dari segi komposisi, sifat fisik, hingga nilai ekonomisnya. Bagi masyarakat umum yang belum familiar dengan karakteristik logam mulia, membedakan keduanya mungkin tidak mudah.
Namun, jika diperhatikan secara saksama, terdapat sejumlah perbedaan penting antara emas putih dan perak yang layak diketahui, terutama dalam konteks pemilihan perhiasan atau instrumen investasi.
Komposisi Bahan dan Asal Logam
Emas putih merupakan logam hasil pencampuran emas murni dengan sejumlah logam putih seperti nikel dan paladium. Campuran tersebut menghasilkan warna putih keperakan pada emas yang secara alami berwarna kuning. Kandungan emas murni dalam emas putih umumnya berada dalam kisaran 50 hingga 70 persen, tergantung kadar karatnya.
Sebaliknya, perak tidak mengandung emas sama sekali. Perak adalah logam transisi lunak berwarna putih keabu-abuan yang biasanya diperoleh melalui proses pemurnian logam lain seperti timbal, tembaga, seng, atau timah. Dalam dunia perhiasan, kadar perak biasanya dinyatakan dalam angka, seperti 925 yang berarti 92,5 persen perak murni.
Ketahanan Terhadap Goresan dan Oksidasi
Dari aspek ketahanan fisik, emas putih memiliki struktur logam yang relatif lebih kuat dan stabil. Komposisi logam penyusunnya menjadikan emas putih lebih tahan terhadap goresan, noda, dan perubahan warna. Sementara itu, perak tergolong lebih lunak dan mudah teroksidasi jika terkena udara atau senyawa kimia tertentu, yang dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kehitaman atau tampak kusam.
Meskipun emas putih cenderung lebih tahan lama dalam hal kilau dan bentuk, logam ini juga dapat mengalami penyok jika terbentur atau tertekan karena sifat logam dasarnya yang masih relatif lunak. Oleh karena itu, keduanya memerlukan kehati-hatian dalam pemakaian, terutama untuk perhiasan yang digunakan secara rutin.
Perawatan dan Biayanya
Dalam hal perawatan, emas putih memerlukan proses pelapisan ulang secara berkala menggunakan rhodium agar kilau putihnya tetap terjaga. Proses ini umumnya dilakukan setiap enam bulan hingga satu tahun tergantung intensitas pemakaian. Jika jarang digunakan, pelapisan dapat dilakukan dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun.
Sementara itu, perak dapat dibersihkan dengan cara yang lebih sederhana, misalnya menggunakan sabun pencuci piring dan air hangat, lalu dikeringkan secara hati-hati. Biaya perawatan perak juga cenderung lebih rendah dibandingkan dengan emas putih, meskipun logam ini memerlukan pembersihan lebih sering untuk mencegah oksidasi.
Perbedaan Kilau dan Tampilan Fisik
Secara visual, emas putih dan perak mungkin terlihat serupa. Namun, jika diamati lebih dekat, perbedaan kilau di antara keduanya cukup jelas. Emas putih cenderung memancarkan kilau yang lebih terang dengan nuansa putih keabuan berkat lapisan rhodium yang menyelimutinya. Sebaliknya, perak memiliki kilau yang lebih lembut dan sering kali terlihat lebih redup, apalagi setelah teroksidasi.
Untuk membedakan secara langsung, keduanya bisa diamati di bawah cahaya terang seperti sinar matahari atau lampu. Emas putih biasanya memantulkan cahaya dengan lebih kuat dan mengilap, sementara perak tampak lebih halus dan sedikit kusam.
Kode Penanda Kadar Logam
Ciri lain yang dapat digunakan untuk membedakan emas putih dan perak adalah tanda atau kode kadar logam yang tercantum pada perhiasan. Perhiasan emas putih biasanya memiliki kode seperti "17K" atau "22K" yang menunjukkan kadar emasnya dalam satuan karat. Sementara itu, perhiasan perak biasanya ditandai dengan angka seperti "925" atau "999", yang mengindikasikan kandungan perak murni di dalamnya sebesar 92,5 persen atau 99,9 persen.
Respons Terhadap Kulit
Reaksi logam terhadap kulit pengguna juga menjadi aspek pembeda yang cukup penting, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Emas putih umumnya tidak menimbulkan reaksi alergi karena sifat logam penyusunnya cenderung aman. Namun, perak, terutama yang mengandung nikel dapat menimbulkan iritasi pada kulit tertentu. Meski demikian, perhiasan perak masa kini sering kali sudah dilapisi dengan bahan tambahan seperti rhodium atau emas putih untuk mengurangi risiko alergi.
Perbandingan Harga dan Nilai Ekonomi
Dari sisi nilai jual, emas putih berada di atas perak. Hal ini disebabkan oleh kandungan emas murni di dalamnya, serta biaya produksi yang lebih tinggi dan persepsi pasar terhadap emas sebagai aset berharga. Di sisi lain, perak memiliki harga yang lebih terjangkau karena bahan dasarnya lebih murah dan proses produksinya tidak sekompleks emas putih.
Sumber: Tempo.co
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.