Sinarmas Aset Management Sarankan Investor Lakukan Akumulasi Portofolio, Mengapa?

Sinarmas Aset Management Sarankan Investor Lakukan Akumulasi Portofolio, Mengapa?
Ilustrasi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan papan layar harga saham di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/5/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

Di tengah kondisi pasar yang masih dinamis dan volatil, Chief Investment Officer PT Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu membagikan pandangannya. Menurut Genta, investor domestik dapat memanfaatkan peluang dan kesempatan pasar yang terkoreksi untuk melakukan akumulasi portofolio saham.

“Ketika [investor] asing itu keluar, sebenarnya investor domestik punya kesempatan untuk melakukan akumulasi terhadap saham kita secara bertahap,” ujar Genta kepada awak media di sesi doorstop di Gedung Sinarmas Land Plaza, Jakarta pada Selasa (24/6/2025).

Tidak hanya itu, Genta melihat bahwa dengan dinamika pasar saat ini, investor berpeluang melakukan transaksi jual-beli secara taktis atau tactical trading. Caranya, investor dapat masuk ke saham-saham yang mengalami koreksi harga untuk mendapatkan keuntungan lebih baik. Meskipun demikian, investor juga berpeluang untuk melakukan pembelian saham dan menahannya atau buy and hold.

Dari sisi jenis instrumen investasi, Genta mengamati bahwa investasi reksa dana bisa dilirik oleh investor, seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap (fixed income).

“Untuk fixed income, kami lebih [memilih] tenor pendek, sementara untuk reksa dana pasar uang, kami memilih obligasi korporasi di bawah satu tahun, yang memberikan yield lebih tinggi,” lanjut Genta.

Alasan tersebut diungkapkan, sebab perusahaan melihat potensi pertumbuhan ekonomi negara akan mengalami perlambatan. Hal tersebut dapat menjadi tantangan di pasar modal, khususnya instrumen investasi saham.

Selain itu, adanya aksi penurunan tingkat suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia beberapa waktu lalu membuat investasi di reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap menjadi lebih menarik.

Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6.869,17, naik tipis dari level pembukaan tadi pagi di 6.864,28, melansir data dari aplikasi IDX Mobile, yang dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun level tertinggi hari ini mencapai level 6.924,97, sementara level terendahnya di 6.852,11.

Kemudian, nilai kapitalisasi pasar IHSG hari ini mencapai Rp12.050 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,93 triliun. Ditambah lagi, frekuensi transaksi IHSG hari ini mencapai 1,21 juta kali, dengan volume transaksi mencapai 20,49 miliar saham.

Aplikasi IDX Mobile mencatat, terdapat sejumlah saham pemberat atau top gainers indeks hari ini, yaitu Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD), Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI), dan Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).

Dari sisi perusahaan yang meraih kapitalisasi pasar terbesar atau top market cap, emiten perbankan dan pertambangan masih menjadi jagoan. Mereka adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Bayan Resources Tbk (BYAN), dan Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (*)

# Tag