Schneider Electric Perluas Smart Factory Schneider Electric Cikarang (SEC) 3
Untuk menjawab lonjakan permintaan dari pasar domestik maupun internasional — terutama di sektor pusat data, utilitas listrik, minyak & gas, serta pertambangan — Schneider Electric melakukan langkah strategis dengan memperluas fasilitas pabrik Smart Factory Schneider Electric Cikarang (SEC) 3.
Sebagai pusat produksi Made in Indonesia, pabrik Schneider Electric di Cikarang memproduksi switchgear tegangan rendah dan menengah (Low and Medium Voltage Switchgear) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40%. Adapun 82% bahan dan komponen outside-group dipasok dari mitra lokal.
Martin Setiawan, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, menyatakan bahwa ekspansi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung agenda transformasi dan ketahanan industri nasional.
Nantinya, sekitar 50% dari total produksi akan diserap pasar domestik, sementara sisanya diekspor ke pasar-pasar utama seperti Vietnam, Malaysia, Korea Selatan, Australia, dan Singapura.
Perluasan ini juga memungkinkan peningkatan kapasitas produksi panel tegangan rendah hingga 200%, sekaligus memperkuat skalabilitas operasional perusahaan. Schneider Electric berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas ini secara bertahap hingga tahun 2029.
Pada fase perluasan ini, Smart Factory Cikarang akan terus memproduksi sejumlah solusi andalan Schneider Electric, seperti switchgear Pure Air SM AirSet, switchgear digital MCSet, serta seluruh produk switchgear tegangan rendah terbaru yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.
Namun, ketika ditanya mengenai besaran investasi yang dikucurkan untuk ekspansi ini, Martin enggan menyebutkan angka secara spesifik kepada SWA.co.id.
Solehan, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian RI, menyebut bahwa perluasan pabrik ini akan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi tenaga kerja Indonesia, memperkuat rantai pasok dalam negeri, dan mendorong pengembangan manufaktur berteknologi tinggi.
Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, menambahkan bahwa banyak perusahaan Prancis yang aktif mendukung pengembangan sektor industri dan teknologi Indonesia.
Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, Schneider Electric menonjol sebagai pemimpin industri asal Prancis yang telah menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pembangunan berkelanjutan di Tanah Air.
Menurutnya, investasi ini bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendorong transformasi energi dan industri di Indonesia.
Fasilitas baru ini dirancang sepenuhnya menggunakan sumber energi ramah lingkungan dan mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), membuktikan bahwa inovasi industri dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap keberlanjutan iklim.
“Pemerintah Prancis mendukung penuh pertumbuhan Schneider Electric di Indonesia dan berharap keberhasilan ini akan menjadi inspirasi bagi lebih banyak perusahaan Prancis untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan digital,” kata Fabien. (*)