Provident Investasi (PALM) Berencana Diversifikasi Portofolio Investasi, Bidik Sektor Teknologi dan Startup

Provident Investasi (PALM) Berencana Diversifikasi Portofolio Investasi, Bidik Sektor Teknologi dan Startup
Kiri ke kanan: Sekretaris Perusahaan PT Provident Investasi Bersama Tbk Lim Na Lie, Direktur Investasi dan Portofolio PT Provident Investasi Bersama Tbk Ellen Kartika, dan Presiden Direktur PT Provident Investasi Bersama Tbk Tri Boewono memaparkan materi presentasi dalam acara paparan publik perusahaan di Hotel J.S. Luwansa, Jakarta pada Rabu (25/6/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) atau Provident Investasi berencana untuk memfokuskan pengelolaan portofolionya di sektor teknologi, baik itu perusahaan terbuka maupun perusahaan tertutup dan perusahaan rintisan (startup).

Direktur Investasi dan Portofolio Provident Investasi, Ellen Kartika, menjelaskan upaya tersebut diharapkan membuat perusahaan dapat melakukan diversifikasi investasi. Selain sektor teknologi, perusahaan juga menyasar sejumlah sektor strategis seperti sumber daya alam, logistik, telekomunikasi dan media.

Namun demikian, perseroan per kuartal I/2025 belum berinvestasi ke perusahaan-perusahaan teknologi, meskipun sektor tersebut menjadi sasaran perusahaan. “Pada saat ini, sektor teknologi masih dalam pipeline due diligence kami,” ujar Ellen kepada swa.co.id dalam acara paparan publik tahunan Provident Investasi di Jakarta, pada Rabu (25/6/2025).

Ellen melanjutkan perseroan membuka peluang untuk berinvestasi ke perusahaan-perusahaan non terbuka atau yang belum tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang dibidik PALM ini antara lain perusahaan startup.

Per 31 Maret 2025, portofolio investasi PALM mayoritas mencakup ke sejumlah perusahaan tercatat di BEI, seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp2,39 triliun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp1,93 triliun, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) senilai Rp1,93 triliun, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) senilai Rp200,64 miliar.

Selain itu,PALM menginvestasikan dananya ke perusahaan non-publik, dengan nilai mencapai Rp829,40 miliar. Harga saham PALM pada penutupan perdagangan hari ini stagnan di Rp350. Nilai kapitalisasi pasar PALM mencapai Rp5,50 triliun, dengan nilai transaksi sebesar Rp16,73 juta. Saham PALM diperdagangkan 13 kali, dengan volume transaksi sebesar 48.000 saham. (*)

# Tag