Grup Djarum Masuk RS Hermina: Awal Manuver Besar di Bisnis Kesehatan?

Grup Djarum Masuk RS Hermina: Awal Manuver Besar di Bisnis Kesehatan?

Emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) atau Rumah Sakit (RS) Hermina (HEAL), melakukan transaksi pengalihan kembali saham hasil buyback pada 25 Juni 2025.

PT Dwimuria Investama Andalan, bagian dari Grup Djarum, menjadi pembeli atas 559.185.300 lembar saham di harga Rp1.875. Transaksi pada 25 Juni 2025 itu diperkirakan membuat HEAL memperoleh dana sekitar Rp1,04 triliun.

Sejumlah analis dari berbagai perusahaan sekuritas melihat, aksi korporasi ini dianggap positif bagi HEAL. Sebab, sektor kesehatan masih berpeluang untuk bertumbuh positif.

“Langkah ini berpotensi menjadi awal dari manuver strategis Grup Djarum di sektor layanan kesehatan,” jelas Managing Director Research & Digital Production PT Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su kepada SWA.co.id di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Harry mencermati aksi korporasi Grup Djarum itu merupakan langkah awal yang baik, terutama jika ada langkah lanjutan, seperti akumulasi saham tambahan, keterlibatan dalam manajemen, atau menginisiasi kerja sama strategis dengan RS Hermina.

Analis PT MNC Sekuritas Cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Hijjah Marhama, berpendapat aksi korporasi yang dilakukan Grup Djarum salah satunya dipicu kondisi bisnis rokok yang semakin terhimpit marginnya lantaran tertekan biaya cukai yang tinggi dan penurunan volume penjualan.

“Ini memberikan sinyal bahwa Grup Djarum sedang masa ekspansi melalui akuisisi di berbagai bidang,” jelas Hijjah kepada SWA.co.id (26/6/2025). Hijjah mengatakan Grup Djarum telah melakukan diversifikasi portofolio ke bisnis menara telekomunikasi, yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan perbankan di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Meskipun demikian, aksi pengalihan saham tersebut masih belum dapat membuat PT Dwimuria Investama Andalan menjadi pengendali HEAL. Hijjah mengatakan penyebabnya pengalihan saham tersebut sebesar 3,64% dari total saham beredar. Alhasil aksi korporasi ini belum dapat menjadikan Grup Djarum tersebut sebagai pengendali.

Namun, penjualan saham HEAL ke Grup Djarum dapat dikatakan menguntungkan bagi emiten rumah sakit tersebut. Hijjah mengamati, sebelumnya HEAL melakukan pembelian saham kembali atau buyback di harga Rp1.196 atau saat harga turun. Sementara PT Dwimuria Investama Andalan justru membeli saham HEAL di harga premium yaitu Rp1.875.

Harga saham HEAL pada perdagangan hari ini ditutup menguat di Rp1.420, melonjak sebesar Kapitalisasi pasar HEAL sebesar Rp21,82 triliun, dengan nilai transaksi sebesar Rp26,76 miliar. Saham HEAL telah diperdagangkan 5.993 kali, dengan volume transaksi sebanyak 18,73 juta saham.

Namun di balik aksi korporasi ini, sejumlah pertanyaan strategis tetap menggantung. Apakah akuisisi minoritas ini hanya sekadar investasi portofolio biasa, atau menjadi pintu masuk Grup Djarum untuk ekspansi serius di sektor layanan kesehatan yang kian kompetitif? Menarik untuk ditunggu aksi berikutnya. (*)

# Tag