Shell Indonesia Dorong Efisiensi Agrikultur Lewat Shell ExpertConnect
Farista Andi Kusuma, Vice President Technical Lubricants, Shell Indonesia. (Foto: Shell Indonesia)Shell Indonesia kembali menyelenggarakan Shell ExpertConnect sebagai platform diskusi strategis untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor agrikultur melalui praktik perawatan operasional yang efisien dan berkelanjutan. Dalam penyelenggaraan kali ini, mengambil tema "Unstoppable Agriculture: Peak Productivity and Operations Efficiency".
Melalui forum ini, para pembicara membahas peluang peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi perawatan modern dan pemilihan pelumas yang tepat.
Topik lain yang turut dibahas adalah pentingnya pendekatan total cost of ownership (TCO) dalam pengambilan keputusan operasional, dengan mempertimbangkan efisiensi bahan bakar, interval perawatan, dan usia pakai aset secara menyeluruh.
Farista Andi Kusuma, Vice President Technical Lubricants Shell Indonesia, mengatakan bahwa di tengah proyeksi pertumbuhan dan tuntutan industri agrikultur yang terus meningkat, efisiensi operasional dan ketahanan sistem produksi — terutama di industri kelapa sawit — menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan industri.
Shell Indonesia, lanjut Farista, menghadirkan pendekatan terintegrasi yang mendorong pelaku industri beralih dari sistem run to fail menuju praktik perawatan prediktif yang lebih proaktif sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan kesinambungan operasional dapat terjaga dengan optimal.
"Kami menghadirkan solusi terintegrasi, bukan hanya produk pelumas, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan dan teknologi perawatan prediktif untuk membantu mitra industri mengidentifikasi dan memaksimalkan efisiensi di seluruh mata rantai produksi, dari hulu ke hilir,” tuturnya dalam siaran pers, dikutip Sabtu (27/6/2025).
Di sektor agrikultur, Shell Indonesia menghadirkan solusi pelumas terintegrasi yang mencakup pelumas berkinerja tinggi tersertifikasi OEM (Original Equipment Manufacturer), layanan teknis langsung di lapangan, analisis kondisi mesin, dan pendekatan perawatan prediktif berbasis data. Solusi ini dirancang untuk membantu pelaku industri meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang usia pakai aset di seluruh rantai nilai agrikultur.
Shell Lubricants juga telah mempertahankan statusnya sebagai produsen pelumas terkemuka selama 18 tahun berturut-turut, menurut laporan Kline & Company edisi ke-22, Global Lubricants: Market Analysis and Assessment 2023.
Selain itu, Indonesia menjadi pasar pertumbuhan utama untuk bisnis pelumas Shell dengan pembangunan Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Jakarta Utara, yang sedang berlangsung dan akan memiliki total kapasitas 120 kiloton per tahun. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.