Perluasan Pabrik Schneider Electric di Cikarang Memperkokoh Industri Manufaktur Nasional

null
Martin Setiawan, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste (kiri) dan Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN di sela-sela peresmian ekspansi smart factory Schneider Electric 3 di Cikarang, Jawa Barat Selasa (24/6/2025). (Foto: Darandono/SWA).

Pemerintah terus memperkuat fondasi transformasi industri nasional menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui hilirisasi, digitalisasi ekonomi, dan transisi energi berkelanjutan. Langkah strategis ini diyakini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029.

“Guna mencapai sasaran tersebut, salah satu upayanya adalah peresmian 37 proyek ketenagalistrikan dengan kapasitas lebih dari 3.200 megawatt. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan penguatan daya saing industri nasional dengan basis energi bersih,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, pada Minggu (29/6/2025).

Pemerintah mendorong percepatan ekonomi digital dengan target nilai ekonomi digital sebesar US$120 miliar di 2025 dan diproyeksikan menembus US$400 miliar pada 2030. “Ini mencerminkan komitmen untuk membangun pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, serta membuka peluang besar bagi sektor industri manufaktur dan teknologi,” ungkapnya.

Pemerintah menyokong target Net Zero Emission pada tahun 2060 yang seiring pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti energi surya, panas bumi, air, angin, dan bioenergi.

“Kami mendorong pengembangan industri pendukung EBT seperti sel surya, baterai, panel kontrol, generator, turbin air, dan turbin angin. Kami juga berharap perusahaan seperti Schneider Electric dapat berperan aktif dalam pengembangan komponen energi terbarukan ini,” tambah Setia.

Sejalan dengan upaya pemerintah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi PT Schneider Electric Indonesia atas keberhasilan pembangunan pabrik ketiga di Cikarang.

Pabrik baru ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur khususnya industri peralatan listrik di Indonesia, serta memanfaatkan potensi sumber daya nasional yang berkelanjutan.

“Pembangunan ini bukan hanya sekadar dimulainya sebuah lini produksi, tetapi juga menjadi simbol tekad bersama untuk menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri manufaktur global. Inilah momentum untuk bangkit, berinovasi, dan menunjukkan bahwa anak bangsa mampu bersaing di ranah teknologi tinggi,” ujar Setia.

Schneider Electric Indonesia pada 26 Juni 2025 meresmikan perluasan pabrik di Cikarang, Jawa Barat. Peresmian ini turut dihadiri Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan.

Pada kesempatan itu, Solehan menyampaikan Kemenperin menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri dalam proses produksi dan pengadaan komponen industri.

Kemenperin optimistis peresmian pabrik ini diharapkan memantik investasi berkualitas dan sinergi lintas sektor demi mendorong kemandirian industri, menciptakan ekonomi hijau, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyampaikan ekspansi smart factory di Cikarang merupakan cerminan dari komitmen jangka panjang Schneider Electric untuk mendukung agenda transformasi dan ketahanan industri nasional.

“Inisiatif ini juga mencerminkan semangat bersama Indonesia dan Prancis dalam mendorong inovasi dan mengakselerasi teknologi hijau. Kehadiran Schneider Electric di Indonesia bukan sekadar investasi industri, melainkan bagian dari misi bersama untuk membangun ekosistem yang tangguh, berdaya saing global, dan siap menghadapi masa depan melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi bersih,” ujar Martin.

Menurutnya, pabrik di Cikarang merupakan salah satu smart factory milik Schneider Electric, yang merepresentasikan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan inovasi.

Pabrik ini menerapkan teknologi EcoStruxure, sistem panel surya atap, otomasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta digital Factory Acceptance Testing (FAT) untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan meminimalisir dampak lingkungan.

Investasi Prancis di Indonesia

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, mengatakan Prancis dan Indonesia terus memperkuat kemitraan ekonomi bilateral, sebagaimana disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Mei 2025.

“Banyak perusahaan Prancis berpartisipasi dalam mendukung pengembangan sektor industri dan teknologi Indonesia, salah satunya Schneider Electric yang telah menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ungkapnya.

Schneider Electric melakukan langkah strategis dengan memperluas fasilitas pabrik Smart Factory Schneider Electric Cikarang (SEC) 3 guna merespons lonjakan permintaan dari pasar domestik maupun internasional, terutama di sektor pusat data, utilitas listrik, minyak & gas, serta pertambangan.

Sebagai pusat produksi Made in Indonesia, pabrik Schneider Electric di Cikarang memproduksi switchgear tegangan rendah dan menengah (Low and Medium Voltage Switchgear) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40%. Adapun 82% bahan dan komponen outside-group dipasok dari mitra lokal.

Nantinya, sekitar 50% dari total produksi akan diserap pasar domestik, sementara sisanya diekspor ke pasar-pasar utama seperti Vietnam, Malaysia, Korea Selatan, Australia, dan Singapura.

Perluasan ini juga memungkinkan peningkatan kapasitas produksi panel tegangan rendah hingga 200%, sekaligus memperkuat skalabilitas operasional perusahaan. Schneider Electric berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas ini secara bertahap hingga tahun 2029.

Pada fase perluasan pabrik in memproduksi sejumlah solusi andalan Schneider Electric, seperti switchgear Pure Air SM AirSet, switchgear digital MCSet, serta seluruh produk switchgear tegangan rendah terbaru yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.

Penone menyampaikan banyak perusahaan Prancis yang aktif mendukung pengembangan sektor industri dan teknologi Indonesia. Menurutnya, investasi ini bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendorong transformasi energi dan industri di Indonesia.

Fasilitas baru ini dirancang sepenuhnya menggunakan sumber energi ramah lingkungan dan mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), membuktikan bahwa inovasi industri dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap keberlanjutan iklim.

“Pemerintah Prancis mendukung penuh pertumbuhan Schneider Electric di Indonesia dan berharap keberhasilan ini akan menjadi inspirasi bagi lebih banyak perusahaan Prancis untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan digital,” kata Penonen. (*)

# Tag