Fokus Merkle Innovation Pada Pendekatan Mitra Strategis Transformasi Digital

(ki-ka) Donny Halim, Chief Strategy Officer Merkle Innovation dan Ricky Utomo, CEO & Founder Merkle Innovation. (foto: Jeihan Kahfi/SWA)
(kiri-kanan) Donny Halim, Chief Sales Officer Merkle Innovation dan Ricky Utomo, CEO & Founder Merkle Innovation. (Foto: Jeihan Kahfi Barlian/SWA).

Di tengah gelombang disrupsi digital yang semakin cepat, saat ini banyak organisasi mencari arah baru dalam menghadapi tantangan kompleksitas lanskap digital. Menjawab kondisi tersebut, PT Merkle Inovasi Teknologi (Merkle Innovation) menyodorkan jasa IT consulting firm yang mendampingi berbagai sektor industri menghadapi tantangan di era digital ini.

Dengan pendekatan konsultatif yang mendalam, Merkle Innovation memahami bahwa setiap perusahaan memiliki tantangan unik baik dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia, maupun tata kelola teknologi. Oleh karena itu, Merkle menawarkan layanan yang bersifat end-to-end, mulai dari digital transformation consulting, apps & system development, hingga integrasi sistem dan manage service.

Merkle Innovation didirikan oleh Ricky Utomo yang menjabat sebagai CEO & Founder pada tahun 2020, bertepatan dengan momentum paling menantang yang dialami pelaku bisnis lantaran para manajemen perusahaan dipaksa untuk meninjau ulang model bisnisnya dan beradaptasi secara digital karena dampak Covid-19.

Merkle Innovation hadir dengan semangat menjadi lebih dari sekadar penyedia solusi teknologi. Dalam lima tahun perjalanannya, perusahaan ini mengklaim mencatat pertumbuhan revenue hingga tiga kali lipat setiap tahunnya.

“Kami tidak hanya menyediakan solusi teknologi, tetapi juga menjadi mitra strategis yang membantu organisasi merancang roadmap digital yang sesuai dengan kebutuhan dan maturity level masing-masing,” ujar Ricky Utomo, CEO & Founder Merkle Innovation Technology kepada swa.co.id. di Jakarta baru-baru ini

Strategi Personalized, Solusi Spesifik

Apa yang membuat Merkle berbeda dibandingkan IT consulting firm lainnya? “Kami tidak menjual teknologi sebagai barang. Kami menjual pendekatan yang holistik dan personalized,” katanya.

Menurutnya, pendekatan Merkle Innovation dimulai dari pemahaman menyeluruh terhadap masalah yang dihadapi klien, diikuti dengan pemetaan digital maturity mereka, lalu diakhiri dengan rekomendasi solusi yang relevan dan sesuai anggaran.

“Banyak perusahaan yang punya divisi IT, tapi sifatnya hanya operasional, bukan strategic thinker. Di sinilah kami masuk untuk membangun kerangka kerja yang benar dari awal,” ungkap Ricky yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang software development dan IT consulting.

Merkle Innovation kini melayani berbagai sektor lain seperti industri keuangan, kesehatan, retail, startup, pertambangan hingga pemerintahan. Menariknya, pendekatan Merkle terhadap institusi pemerintahan juga cukup berbeda. Di tengah budaya pengadaan yang cenderung fokus pada serapan anggaran dan pembelian produk, Merkle menawarkan sesuatu yang berbeda yakni pendekatan yang tidak sekadar menjual barang, melainkan menawarkan solusi yang strategis. Bahkan, klien tidak diwajibkan membeli dari Merkle.

Keberhasilan Merkle juga tidak lepas dari komitmen mereka dalam membangun ekosistem talenta digital lokal yang berdaya saing global. Didukung oleh lebih dari 100 insinyur IT lokal, Merkle Innovation telah berhasil membangun reputasi melalui implementasi teknologi yang tangguh di berbagai sektor vital.

Perusahaan juga secara aktif membina dan mengembangkan talenta internal melalui program sertifikasi dan pelatihan berstandar internasional didukung oleh mitra principal seperti AWS. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan klien bahwa solusi yang ditawarkan Merkle tidak hanya relevan, tetapi juga mampu bersaing dengan IT consulting firm global. Hal ini tercermin dari status yang disandang Merkle Innovation sebagai AWS Advanced Consulting Partner.

Saat ini, kesadaran perusahaan terhadap pentingnya digitalisasi dinilai sudah meningkat. Namun, Ricky menilai banyak yang masih berjalan secara parsial, misalnya kanal front-end sudah modern, tapi sistem belakangnya masih manual. “Banyak yang tidak siap menghadapi lonjakan order karena backend mereka belum matang. Di sinilah peran kami untuk melakukan assessment menyeluruh dan menyusun roadmap digital yang sesuai dengan kesiapan teknologi, SDM, dan anggaran perusahaan,” kata Ricky.

Dengan pendekatan yang mengutamakan konteks bisnis klien, bukan sekadar tren teknologi, Merkle Innovation menempatkan diri sebagai mitra strategis transformasi digital yang tidak hanya mendampingi dari sisi teknis, tapi juga dari perspektif strategis dan bisnis. (*)

# Tag