CGV Cinemas (BLTZ) Lunasi Pinjaman dari CGI Holdings Limited, Siapkan Napas Baru Usaha

CGV Cinemas (BLTZ) Lunasi Pinjaman dari CGI Holdings Limited, Siapkan Napas Baru Usaha
Ilustrasi gedung bioskop CGV Cinemas di Mal Grand Indonesia, bioskop tersebut dikelola oleh PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Foto oleh Graha Layar Prima Tbk

Emiten jasa konsumen yang bergerak di bidang pengelolaan bioskop, PT Graha Layar Prima Tbk atau CGV Cinemas (kode saham: BLTZ), telah melakukan pelunasan atas sejumlah pinjaman senilai US$16 juta kepada CGI Holdings Limited (CGI).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/6/2025), pelunasan tersebut merujuk pada perjanjian pinjaman yang pertama kali ditandatangani pada 28 Juni 2021.

Sejak saat itu, perjanjian tersebut mengalami tiga kali perubahan: Perubahan Perjanjian Pertama tertanggal 12 Oktober 2021, Perubahan Kedua tertanggal 30 Juni 2022, dan Perubahan Ketiga tertanggal 28 Juni 2024.

Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa pelunasan pinjaman ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha perseroan. Transaksi ini dinilai sebagai bagian dari langkah strategis dalam restrukturisasi keuangan perusahaan.

Sebelum melakukan pelunasan kepada CGI Holdings Limited, BLTZ telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) sebesar Rp264 miliar.

Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu satu tahun, dengan jatuh tempo pada Juni 2026. Fasilitas ini dijamin dengan dokumen Corporate Guarantee dari CJ CGV Co., Ltd, selaku pemegang saham pengendali tidak langsung BLTZ.

“Tujuan dari diperolehnya fasilitas pinjaman ini adalah untuk kepentingan pembiayaan kembali hutang pihak berelasi ke CGI Holdings Limited,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Graha Layar Prima Tbk, Rozaksan Rinota I dalam keterbukaan informasi BEI pada 23 Juni 2025.

Langkah pelunasan ini tampaknya menjadi bagian dari upaya perseroan dalam menata kembali struktur pendanaan dan memperkuat posisi keuangannya, di tengah dinamika industri hiburan yang masih berproses pulih pascapandemi.

Dengan pelunasan utang tersebut, perusahaan memiliki ruang lebih longgar untuk mengatur arus kas dan merancang ekspansi jaringan bioskop secara lebih berkelanjutan.

Meski begitu, hingga saat ini BLTZ masih tercatat dalam papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perseroan masih harus membuktikan pemulihan kinerja fundamentalnya di mata regulator dan investor.

Melansir dari data TradingView per hari ini, harga saham BLTZ tercatat stagnan di level Rp1.800. Tidak banyak pergerakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung menunggu perkembangan lanjutan dari sisi kinerja operasional maupun laporan keuangan semester pertama 2025. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag