Genera-Z Berbakti, Ajak Anak Muda Berkontribusi Mengembangkan Desa Wisata

nullEmpat tim pemenang Genera-Z Berbakti dari Bakti BCA. (Foto: Bakti BCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui Bakti BCA, telah menetapkan empat tim pemenang program Genera-Z Berbakti. Para pemenang berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Lampung (UNILA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka nantinya akan mengimplementasikan berbagau gagasan inovatif di Desa Bakti BCA.

"Semangat mereka mencerminkan bahwa generasi muda saat ini tidak hanya memiliki kepedulian sosial tinggi, tetapi juga kemauan kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa," tutur EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn dalam siaran pers, dikutip Senin (30/6/2025).

Sebelum berangkat ke daerah tujuan, seluruh tim pemenang akan mengikuti sesi bootcamp untuk mendapatkan pembekalan dari Bakti BCA. Pada akhir periode, para peserta wajib menyerahkan laporan kegiatannya untuk memastikan keberlanjutan setelah Genera-Z Berbakti berakhir.

Tim perwakilan UI membawa program Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health (SAVANA) di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur.

Program itu merujuk pada kegiatan edukasi di alam terbuka yang memadukan pembelajaran dengan ekosistem pegunungan, pengelolaan sampah, dan penerapan gaya hidup sehat bagi anak-anak usia sekolah. Mereka juga merancang workshop pembuatan pestisida dan pupuk organik, bioplastik, serta pelatihan bahasa Inggris untuk warga.

Sementara tim perwakilan dari UNSRAT akan diterapkan diDesa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur, melalui tema Derawan Sehat, Derawan Hebat: Bakti Nyata untuk Negeri. Program pertama yaitu Bakti Mengalir, berfokus pada edukasi sanitasi dan penerapan sistem filtrasi air bersih menggunakan filter keramik dan UV Sterilizer.

Program kedua adalah Bakti untuk Bumi, menargetkan inovasi pemilahan sampah berbasis Internet of Things (IoT), pembuatan biogas satu tahap, serta produksi arang briket dari limbah serabut kelapa dan plastik.

Terakhir, program Bakti Cilik yang menjangkau anak-anak dan keluarga melalui penyuluhan stunting, game edukatif digital, pemantauan gizi dan imunisasi, serta demonstrasi memasak MPASI.

Tim UNILA menghadirkan pendekatan berbasis teknologi bertajuk Smart Reef Initiative: Optimalisasi IoT untuk Pemetaan Terumbu Karang Buatan sebagai Sistem Peringatan Dini Tsunami di Desa Teluk Kiluan, Lampung.

Melalui inisiatif ini, akan memanfaatkan teknologi IoT untuk mendukung sistem peringatan dini tsunami, dengan menggunakan terumbu karang buatan sebagai bagian dari infrastruktur pemantauan bawah laut.

Kemudian Tim UGM membawa tema Optimalisasi Pengembangan Wisata Berbasis Digital dan Pusat Budaya Melayu melalui Peningkatan Kualitas SDM: Dari Realitas Menuju Koneksi Virtual di Desa Wisata Dayun, Riau.

Kelompok ini merancang program pelatihan digital marketing dan storytelling budaya untuk mendorong pengembangan pariwisata, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di desa tersebut. Tim UGM juga akan membuat festival budaya di lokasi kegiatannya. (*)

# Tag