LFLO Perkuat Fundamental di Tengah Gejolak Global: Menahan Laba untuk Peluang Strategis

null
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Imago Mulia Persada. (Foto: LFLO)

Dinamika geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu tahun ini, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, menghadirkan tantangan signifikan bagi dunia usaha.

PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO), emiten ritel furnitur, menyadari dampak situasi tersebut, khususnya terhadap stabilitas rantai pasok dan fluktuasi harga komoditas.

Sebagai respons, Perseroan menerapkan pendekatan adaptif berbasis mitigasi risiko. Strategi utama yang dijalankan mencakup penguatan hubungan dengan mitra strategis, peningkatan efisiensi operasional, serta pemantauan ketat terhadap dinamika pasar. LFLO juga aktif menjajaki peluang diversifikasi, baik dari sisi produk maupun sumber pasokan, demi menjaga ketahanan bisnis tetap solid.

“Intinya, kami berkomitmen untuk tetap gesit dan responsif terhadap setiap perubahan, sambil menjaga kualitas layanan dan nilai tambah yang kami berikan kepada para mitra dan pelanggan kami,” tulis Direktur Utama LFLO Erlangga Ksatria dalam laporan public expose yang diserahkan ke BEI, Senin (30/6/2025).

Sebagai bagian dari strategi kehati-hatian, Perseroan memutuskan untuk menahan seluruh laba bersih tahun 2024 sebesar Rp15 miliar. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan ketidakpastian global yang masih tinggi.

Menurut Erlangga, saat ini dunia memasuki era krisis multidimensi, mulai dari perang dagang hingga gejolak ekonomi global. Namun, di tengah krisis justru sering kali muncul peluang-peluang besar. Karena itu, LFLO memilih memperkuat fondasi keuangan dengan menahan laba sebagai cadangan strategis.

“Dana ini akan kami investasikan secara cermat sambil terus memantau peluang yang ada, baik untuk ekspansi, akuisisi brand, maupun penguatan lini bisnis. Ketika ada peluang, misalnya brand kompetitor yang mulai goyah, kami ingin berada dalam posisi yang siap mengeksekusi dengan cepat dan tepat. Jadi, laba ditahan ini pada akhirnya memang kami arahkan untuk mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang Perseroan,” ujarnya.

Di sisi lain, LFLO juga membuka ruang kolaborasi yang luas, termasuk dengan desainer muda dan ide-ide inovatif berbasis material tak biasa. Perseroan bahkan pernah berdiskusi mengenai potensi penggunaan bahan alternatif seperti popok bekas, pelepah pisang, hingga limbah gajah, yang semua disambut dengan antusias.

Tapi, apakah karya itu bisa mendunia? Itu bergantung pada banyak faktor. Yang paling penting, produk tersebut harus aman digunakan, tahan dalam berbagai kondisi, dan siap untuk didistribusikan secara luas.

“Tanpa jaringan yang kuat, produk sebagus apa pun tidak akan bisa berkembang. Jadi, selain desain yang unik, kami juga melihat kesiapan dari sisi kualitas dan jaringan distribusinya,” pungkasnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag