Portal Biotech Gaet Dana US$35 Juta, Siap Revolusi Dunia Protein Sequencing
Di tengah perlombaan global untuk membuka misteri protein manusia — unsur paling vital dalam proses biologis — sebuah perusahaan bioteknologi asal London mencatat tonggak penting.
Portal Biotech, startup pionir di bidang life sciences tools, hari ini mengumumkan pendanaan Seri A senilai US$35 juta. Ini bukan hanya menjadi salah satu pendanaan terbesar di sektor biotek Eropa, tapi juga menandai dimulainya era baru dalam analisis protein: teknologi single-molecule full-length protein sequencing.
Pendanaan ini dipimpin oleh NATO Innovation Fund dan Earlybird Venture Capital, dengan dukungan investor ternama seperti SCVC, Pillar VC, 8VC, Amino Collective, Outsized, serta partisipasi dari investor baru seperti We Venture Capital, British Business Bank, dan WS Investment Company (unit ventura Wilson Sonsini).
Menjawab Tantangan Proteomik yang Telah Lama Mandek
Selama puluhan tahun, proteomik — ilmu yang mempelajari seluruh protein dalam organisme — terjebak dalam keterbatasan teknologi. Instrumen seperti mass spectrometry hanya mampu membaca potongan protein, bukan bentuk utuhnya, sehingga sering kali melewatkan modifikasi kritis yang memengaruhi fungsi protein. Akibatnya, banyak uji klinis gagal, diagnosis keliru, dan kerentanan terhadap ancaman biologis meningkat.
Portal Biotech hadir sebagai jawaban atas kebuntuan itu. Dipimpin oleh para veteran nanopore genomics dan didukung lebih dari satu dekade riset di laboratorium Maglia, perusahaan ini mengembangkan platform berbasis nanopore biosensing yang mampu mengidentifikasi protein secara utuh, molekul demi molekul, dalam waktu singkat dan biaya jauh lebih murah.
“Teknologi kami memungkinkan karakterisasi protein secara detail hingga tingkat molekul tunggal, termasuk struktur dan modifikasinya—semuanya bisa dilakukan di atas perangkat desktop yang terjangkau,” ujar Andy Heron, Co-Founder dan CEO Portal Biotech.
“Hal ini membuka jalan bagi penemuan obat yang lebih cepat dan diagnosis yang jauh lebih akurat.”
Inovasi Setara Revolusi Genomik
Jika dekade lalu dunia terpukau oleh revolusi DNA sequencing yang melahirkan genomik modern, kini Portal Biotech berambisi merevolusi proteomik dengan skala serupa.
Dengan platform mereka, ilmuwan tak hanya bisa membaca urutan protein, tetapi juga memahami semua mutasi dan modifikasi yang terjadi secara utuh. Ditambah kecanggihan AI, data ini menjadi bahan bakar untuk membangun foundational models AI dalam memahami proteom yang dinamis.
“Kemampuan Portal Biotech untuk melakukan analisis protein secara real-time dan di lokasi mana pun adalah senjata baru dalam mendeteksi ancaman biologis, termasuk potensi senjata biologi,” kata Dr. Ana Bernardo-Gancedo dari NATO Innovation Fund. “Inovasi ini krusial untuk ketahanan biosekuriti negara-negara Sekutu.”
Demokratisasi Proteomik
Yang membuat Portal Biotech unik adalah upayanya untuk mendemokratisasi akses terhadap teknologi canggih ini. Jika sebelumnya proteomik hanya bisa dilakukan di laboratorium besar dengan biaya tinggi, kini siapa pun di laboratorium biasa bisa menjalankannya.
Dengan format benchtop platform, instrumen mereka memungkinkan tim riset di bidang farmasi, diagnostik, hingga bioteknologi untuk mempercepat pipeline penemuan obat dan membuat keputusan klinis lebih cepat.
“Kami melihat Portal Biotech berada dalam posisi yang sangat kuat untuk mendisrupsi analisis protein, seperti halnya revolusi yang dilakukan oleh next-gen sequencing di dunia genomik,” kata Dr. Rabab Nasrallah dari Earlybird Venture Capital.
Pendanaan sebesar US$35 juta ini akan mempercepat jalur komersialisasi Portal Biotech, memperdalam kolaborasi dengan perusahaan farmasi dan biotek ternama, serta memperluas tim riset, rekayasa, dan data science mereka.
Ambisinya bukan hanya mendisrupsi pasar Eropa, tetapi juga memimpin pemetaan proteom manusia secara global — sebuah langkah besar yang sebelumnya dianggap mustahil.
Dengan genom telah terpetakan, kini waktunya bagi protein untuk menjadi pusat perhatian. Dan Portal Biotech berada di garda terdepan revolusi ini. (*)