Metrodata Electronics (MTDL) Targetkan Posisi Puncak Pemain Terbesar Data dan AI di Indonesia
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memiliki dua lini bisnis utama (solusi dan konsultasi) menargetkan posisi puncak sebagai pemain terbesar di bidang data dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Direktur MTDL, Susanto Djaja, menyatakan bahwa target ini sejalan dengan tren digitalisasi nasional serta meningkatnya kebutuhan perusahaan akan solusi berbasis data.
Saat ini, Metrodata sudah berada di posisi tiga besar pasar industri data dan IT Indonesia. "Kami ingin memantapkan posisi tersebut dan dalam tiga tahun ke depan menjadi yang terbesar di bidang data dan AI di tanah air,” ujar Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima SWA.co.id, Selasa (1/7/2025).
Target ambisius ini dilandasi perhitungan matang dan didukung perkembangan teknologi, khususnya teknologi cloud computing. Perkembangan cloud telah mengubah pola penghasilan proyek IT dari yang bersifat satu kali dengan nilai besar, menjadi pendapatan berulang (recurring income) meski dalam nilai yang lebih kecil.
Pola berlangganan melalui sistem subscription memungkinkan efisiensi biaya tanpa harus mengadakan perangkat keras secara besar-besaran, serta menjamin keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan.
Sebagai perusahaan yang menawarkan berbagai platform dari berbagai merek, MTDL memiliki keunggulan dibandingkan kompetitor yang umumnya hanya menyediakan satu jenis layanan.
“Dengan demikian, pelanggan bisa melakukan one-stop shopping di Metrodata,” lanjut Susanto.
Khusus di bidang AI, Metrodata melihat ruang pertumbuhan yang sangat terbuka. Dengan kemampuan menyajikan data valid mengenai perilaku konsumen, perusahaan dapat membantu klien dalam pengambilan keputusan bisnis secara lebih akurat.
Hingga kini, MTDL telah mengembangkan lebih dari 100 use case untuk data dan AI, didukung oleh sekitar 100 konsultan, serta mencatat pertumbuhan di kisaran 20–30%.
Implementasi teknologi yang dikembangkan mencakup machine learning, deep learning, dan generative AI, termasuk demand forecasting untuk produk susu dan fashion, serta efisiensi operasional di sektor telekomunikasi.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Metrodata juga mendirikan perusahaan patungan dengan FPT Information System (FPT-IS) dari Vietnam, bernama PT FPT Metrodata Indonesia (FMI).
Perusahaan ini telah beroperasi sejak awal tahun dan berfokus pada layanan keamanan siber. Ke depan, kolaborasi akan diperluas ke solusi berbasis AI dan pengembangan perangkat lunak.
Komitmen Metrodata untuk mendominasi pasar data dan AI juga tercermin dari langkah anak usahanya, PT Mitra Integrasi Informatika (MII), yang meluncurkan Center of Excellence (CoE) bersama Confluent.
CoE ini bertujuan mendorong transformasi digital berbasis real-time data streaming di Indonesia. Berbasis teknologi Apache Kafka, CoE akan menjadi laboratorium eksperiensial untuk berbagai industri, serta pusat pelatihan, inovasi, dan kolaborasi.
Tim ahli dan sumber daya khusus telah disiapkan di CoE untuk mengeksplorasi berbagai use case seperti deteksi fraud secara real-time, modernisasi data warehouse, hingga visualisasi data operasional.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga kuartal pertama 2025, MTDL mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,5 triliun, tumbuh 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp153,7 miliar, meningkat 4,3% YoY. (*)