Peringatan Hari Raya Bhayangkara, KAI Imbau Masyarakat Menjaga Keselamatan dalam Menggunakan Transportasi Umum

null

Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi peningkatan mobilitas masyarakat di sekitar pusat kota Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian sistem pengamanan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar hari ini, Selasa, 1 Juli 2025, di kawasan Monumen Nasional.

Penambahan petugas dilakukan di sejumlah stasiun strategis yang berdekatan dengan lokasi kegiatan, jalur terdampak penutupan jalan, serta stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi lain.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian RI, beberapa ruas jalan utama ditutup sementara guna kelancaran acara, termasuk Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin yang berada tak jauh dari Stasiun Dukuh Atas BNI. Penutupan ini diperkirakan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum sebagai alternatif mobilitas.

Untuk itu, KAI menambah personel pengamanan di empat stasiun utama: delapan personel tambahan di Stasiun Dukuh Atas BNI, enam personel di Stasiun Kuningan, enam personel di Stasiun Pancoran bank bjb, dan enam personel di Stasiun Cikoko.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memastikan layanan yang aman dan andal.

“Penambahan personel ini bertujuan menjaga keamanan serta mendukung kelancaran operasional di tengah potensi lonjakan pengguna akibat penutupan jalan. Petugas kami juga siap membantu dan memberikan informasi di stasiun,” ujar Purnomosidi dalam keterangan tertulis yang diterima SWA.co.id, Selasa (1/7/2025).

Menariknya, peringatan Hari Bhayangkara tahun ini juga bertepatan dengan hari pertama pemberlakuan penambahan jadwal perjalanan LRT Jabodebek.

Jumlah perjalanan ditingkatkan dari 366 menjadi 398 perjalanan per hari, sebagai upaya merespons meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada hari kerja. KAI juga menyiagakan petugas untuk memastikan penerapan jadwal baru berjalan lancar.

Seiring dengan peningkatan layanan, KAI memberlakukan tarif perjalanan pada hari kerja sebesar Rp5.000–Rp20.000 pada jam sibuk (pukul 06.00–08.59 dan 16.00–19.59), serta Rp5.000–Rp10.000 di luar jam sibuk.

“Semoga penambahan perjalanan ini dapat memberikan manfaat yang luas dan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi publik yang andal, tepat waktu, dan terintegrasi,” tambah Purnomosidi.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum, khususnya di tengah potensi penyesuaian lalu lintas seperti saat ini. Pengguna diharapkan menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan baik di area stasiun maupun selama perjalanan.

Dengan kesiapsiagaan personel serta koordinasi yang erat bersama kepolisian dan instansi terkait, KAI memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal dan optimal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna. (*)

# Tag