Hati-Hati! Game Favorit Gen Z Digunakan sebagai Umpan 19 Juta Percobaan Kejahatan Siber

Serangan Siber. (Foto: Kaspersky)
Serangan Siber. (Foto: Kaspersky)

Kaspersky mengungkap adanya lebih dari 19 juta upaya pengunduhan file berbahaya yang disamarkan sebagai game populer di kalangan Gen Z. Tiga judul paling banyak dieksploitasi adalah Grand Theft Auto (GTA), Minecraft, dan Call of Duty. Data ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin jeli mengikuti tren game sebagai pintu masuk ke target mereka.

Untuk merespons ancaman ini, Kaspersky meluncurkan gim keamanan siber interaktif berjudul "Case 404", yang dirancang khusus untuk generasi muda. Game ini mengajarkan Gen Z cara mengenali ancaman dan melindungi dunia digital mereka sambil tetap menikmati hobi bermain gim.

“Melalui ‘Case 404’, kami ingin membekali pemain muda dengan alat dan naluri untuk melindungi apa yang paling penting bagi mereka — identitas digital, akun, dan kebebasan mereka bermain dengan aman,” ujar Vasily Kolesnikov, pakar keamanan di Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima SWA.co.id, Jumat (4/7/2025).

Kolesnikov menjelaskan bahwa berbagai genre game dijadikan umpan oleh penjahat digital. Dunia game blockbuster dunia terbuka seperti GTA hingga simulator yang nyaman seperti The Sims, penjahat dunia maya menargetkan game di setiap genre yang disukai Gen Z. Yang menyatukan mereka adalah audiensnya: Gen Z adalah generasi yang paling aktif secara digital, meninggalkan jejak data, klik, dan rasa ingin tahu yang kaya.

Hal ini menjadikan mereka target utama — bukan karena mereka ceroboh, tetapi karena mereka terus-menerus online, menjelajah, mengunduh, dan berbagi. Itulah sebabnya pertahanan diri digital tidak lagi opsional. Mempelajari cara mengenali ancaman harus sealami naik level layaknya dalam permainan.

Menurutnya Kolesnikov, Gen Z memiliki karakteristik bermain yang berbeda dari generasi lain. Gen Z bermain lebih banyak daripada generasi lainnya — dan bukan hanya lebih banyak, tetapi juga berbeda. Mereka melampaui Generasi Milenial dan Gen X dalam pengeluaran terkait game, dan, alih-alih terpaku pada beberapa game favorit, Gen Z beralih di antara berbagai judul, mengejar tren viral dan pengalaman baru.

Namun, justru karena spontanitas dan keterbukaan tersebut, mereka menjadi lebih rentan. Spontanitas dan keterbukaan yang sama ini juga membuat mereka rentan, dengan penjahat dunia maya mengeksploitasi kebiasaan dan kepercayaan para pemain ini di seluruh platform.

Laporan Kaspersky didasarkan pada analisis mendalam terhadap 20 judul game paling populer di kalangan Gen Z, termasuk GTA, NBA, FIFA, The Sims, dan Genshin Impact, selama periode kuartal II 2024 hingga kuartal I 2025. Puncaknya terjadi pada Maret 2025, saat tercatat 1.842.370 upaya serangan.

GTA tetap menjadi waralaba yang paling dieksploitasi, dengan 4.456.499 upaya serangan. Hal ini didorong oleh modifikasi konten dan komunitas daring yang aktif. Diperkirakan serangan akan meningkat menjelang peluncuran GTA VI pada 2026, dengan pelaku menyebarkan installer palsu atau undangan akses awal.

Minecraft menyusul dengan 4.112.493 upaya, diikuti Call of Duty (2.635.330) dan The Sims (2.416.443). Permintaan cheat dan crack mendorong penyebaran file berbahaya yang menyamar sebagai konten modifikasi atau akses eksklusif.

Kaspersky menjelaskan bahwa serangan semacam ini dapat menginfeksi perangkat dengan downloader, trojan, hingga ransomware. Motif utama adalah mencuri akun game yang dapat dijual kembali di dark web atau forum tertutup.

Para ahli dari Kaspersky GReAT menemukan bahwa perdagangan akun dan skin curian kini semakin terbuka. Penawaran ini tidak hanya ditemukan di darknet, tetapi juga forum umum dan saluran Telegram. Fenomena ini memperlihatkan bahwa pencurian akun game telah berevolusi menjadi pasar yang cepat, mudah diakses, dan global.

Sekarang, hanya perlu beberapa klik untuk bergabung dengan saluran Telegram pribadi dan mengakses ratusan daftar yang menawarkan skin langka, akun peringkat tinggi, dan akses ke barang premium dalam game. Dan bagi para gamer, ini berarti bahwa risiko kehilangan akun atau akun dijual kembali bukan lagi insiden langka — ancaman ini jadi bersifat sangat umum.

Melalui "Case 404", Kaspersky mengajak Gen Z mengenali serangan phishing, scam, dan taktik pengambilalihan akun secara lebih intuitif. Dengan pendekatan edukasi berbasis permainan, perusahaan berharap kesadaran dan ketahanan digital generasi muda meningkat seiring dengan kecintaan mereka terhadap dunia gim. (*)

# Tag