Outstanding Pinjol Tembus Rp82,59 Triliun, TWP90 Naik ke 3,19%

Outstanding Pinjol Tembus Rp82,59 Triliun, TWP90 Naik ke 3,19%
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam pemaparan daring (online) RDKB OJK Juni 2025 pada Selasa (8/7/2025). Tangkapan layar: Nadia K. Putri/SWA
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman. (Tangkapan layar: Nadia K. Putri/SWA)

Menurut hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai outstanding pembiayaan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) mencapai Rp82,59 triliun pada Mei 2025. Angka ini meningkat dari Rp80,94 triliun pada April 2025 dan naik signifikan dibanding Rp62,74 triliun pada Mei 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menjelaskan bahwa kualitas pembiayaan perlu tetap menjadi perhatian seiring pertumbuhan tersebut.

“Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 (Tingkat Wanprestasi 90) berada di posisi 3,19%,” jelas Agusman dalam pemaparan daring (online) RDKB OJK Juni 2025 pada Selasa (8/7/2025).

Angka TWP90 ini menunjukkan tren kenaikan dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 2,93%, serta lebih tinggi dari posisi 2,79% pada Mei 2024.

Jika melihat tren selama semester I/2025, nilai outstanding pembiayaan P2P lending terus meningkat setiap bulan. Pada Januari 2025, outstanding tercatat Rp78,50 triliun, tumbuh 29,94% secara tahunan, dengan TWP90 sebesar 2,52%. Di bulan Februari, nilainya naik menjadi Rp80,07 triliun (tumbuh 31,06% YoY) dengan TWP90 2,78%.

Pada Maret 2025, outstanding sedikit turun ke Rp80,02 triliun, tetapi tetap tumbuh 28,72% secara tahunan, dengan TWP90 2,77%. Sementara di April 2025, outstanding kembali meningkat ke Rp80,94 triliun (tumbuh 29,01% YoY), dengan TWP90 2,93%.

Puncaknya terjadi pada Mei 2025 dengan outstanding mencapai Rp82,59 triliun, tumbuh 27,93% secara tahunan. Namun demikian, peningkatan ini turut dibayangi naiknya risiko kredit, tercermin dari lonjakan TWP90 ke 3,19%.

OJK menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan pembiayaan digital tetap solid, mitigasi risiko dan penguatan tata kelola harus menjadi prioritas bagi seluruh penyelenggara fintech lending. (*)

# Tag