Perkuat Ekosistem Bank Bulion, Hartadinata (HRTA) dan BSI (BRIS) Bermitra di Produk BSI Gold

Perkuat Ekosistem Bank Bulion, Hartadinata (HRTA) dan BSI (BRIS) Bermitra di Produk BSI Gold

Emiten barang konsumen non-primer yang bergerak di perindustrian dan perdagangan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) atau Hartadinata menggandeng emiten perbankan syariah dan penyedia bulion PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) pada kemitraan produk BSI Gold. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung ekosistem bank emas atau bank bulion di Indonesia.

Melansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2025, kemitraan ini juga melibatkan PT Gadai Cahaya Dana Abadi. Nantinya, Gadai Cahaya Dana Abadi akan menjadi penyedia jasa penitipan emas (vaulting). Adapun Gadai Cahaya Dana Abadi terafiliasi dengan HRTA lantaran anak perusahaan dari PT Gemilang Hartadinata Abadi.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mendukung dan mengembangkan kegaitan usaha masing-masing pihak,” jelas Sekretaris Perusahaan Hartadinata, Ong Deny dalam keterbukaan informasi kepada BEI yang dikutip di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Manajemen HRTA menegaskan transaksi ini tidak terdapat benturan kepentingan, karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis HRTA dengan pengurus, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan perusahaan.

Namun, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan yang dikecualikan. Pelaporan transaksi ini mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam ketentuan Pasal 6 ayat (1) huruf B POJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 202 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Kerja sama antar perusahaan ini mencakup penyediaan emas batangan BSI Gold serta jasa penitipan emas batangan oleh Gadai Cahaya Dana Abadi. Produk emas batangan tersedia dalam berbagai gramasi, mulai dari 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram.

Nantinya, HRTA akan bertindak sebagai penyedia atau penjual emas batangan BSI Gold, BRIS sebagai pembeli, dan Gadai Cahaya Dana Abadi sebagai penyedia jasa penitipan emas batangan.

“Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk, memperkuat posisi di pasar logam mulia, serta mendorong peningkatan kinerja operasional,” tambah Ong.

Hari ini, harga saham HRTA dan BRIS ditutup menguat pada penutupan perdagangan Selasa ini. Harga saham HRTA menjadi Rp595, naik 1,71% dari perdagangan sebelumnya (date to date).

Nilai kapitalisasi pasar HRTA mencapai Rp2,69 triliun, dengan volume transaksi sebesar 5,05 juta saham. Sementara itu, harga saham BRIS ditutup menguat di Rp2.600, melonjak Nilai kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp118,55 trilun, dengan volume transaksi sejumlah 14,18 juta saham. (*)

# Tag