Jurus Bunama Store Bertahan di Bisnis Fesyen dalam Dua Dasawarsa
Sebutan Kota Bandung sebagai Paris van Java tidaklah berlebihan. Sebutan ini muncul karena Bandung memiliki banyak toko, distro, dan pabrik yang memproduksi berbagai jenis pakaian dan aksesoris dengan kualitas baik dan harga terjangkau.
Salah satu brand fesyen yang lahir di Bandung adalah Bunama Store. Bisnis ini lahir dari tangan dingin Cepi Wiracandra pada tahun 2000. Saat itu, Cepi memulainya menjadi pemasok pakaian untuk pedagang di pasar di berbagai kota, seperti Tanah Abang Jakarta, Surabaya dan Medan.
Saat memulai bisnis, nama Bunama belum ada. Nama ini muncul setelah Cepi bersama dua orang rekannya mulai memikirkan pola bisnis yang berbeda yakni dengan menjual pakaian jadi langsung ke tangan pembeli di medio tahun 2020-an. Namun bisnis menjadi supplier pun tidak sepenuhnya ditutup.
“Saat itu kita bertiga lagi nongkrong, berpikir buat nama brand yang bagus itu apa. Waktu itu kebetulan melihat bulan yang kebetulan lagi purnama, jadi bentuk sempurna, jadi Bunama itu singkatan dari Bulan Purnama atau dalam Bahasa Inggris, Full Moon,” kenang Marketing Manager dan Graphic Designer Bunama Store, Sahal Lisanul Anwar, Selasa (8/7/2025).
Bunama menghadirkan berbagai produk fesyen seperti hoodie, jaket varsity, dan t-shirt dengan desain yang terinspirasi dari tren global dan budaya, seperti seni Jepang (Japanese art). Salah satu produk ikoniknya adalah hoodie “Full Moon” yang telah dilindungi oleh HAKI untuk menjaga hak cipta desain.
Sahal mengaku Bunama awalnya berjualan secara offline. Namun sejak tahun 2023 Bunama mulai juga berjualan secara online seperti di Tiktok Shop dan Tokopedia. Di hari pertama bergabung, Bunama langsung mencatat 6.000 pesanan. Bahkan pernah di tanggal kembar pesanan mencapai puluhan ribu.
Setiap hari, Bunama mampu memproduksi hingga 4.000 produk per hari, menggunakan bahan baku lokal dari Cigondewah dan sekitarnya, melibatkan sekitar 60 karyawan dan sejumlah konveksi di Majalaya dan Batujajar, Jawa Barat yang turut memberdayakan ratusan penjahit.
“Platform seperti TikTok Shop dan Tokopedia sangat membantu dalam membangun brand awareness, menjangkau pelanggan baru, serta menjalin kolaborasi dengan afiliator. Penjualan Bunama kini mencapai 20.000 produk setiap bulan,” ungkapnya.
TikTok Shop menyumbang 70% dari penjualan online Bunama, dengan produk hoodie Full Moon menjadi yang paling diminati, bahkan telah dikirim ke berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Hingga saat ini, Bunama telah bekerja sama dengan lebih dari 1.000 afiliator, termasuk nama-nama seperti Nha Fashion, Nia Fitri, Hoodie Kaka, dan Rivel Sumigar.
Kolaborasi dengan afiliator terbukti efektif, contohnya adalah Nha Fashion, yang berhasil menjual produk Bunama hingga 11 ribuan pesanan di toko Jatnika (toko online lainnya milik Bunama di TikTok Shop).
Untuk mendukung aktivitas pemasaran digital, Bunama menjalankan live streaming secara konsisten, Senin–Sabtu selama 15 jam per hari dalam tiga sesi, dan 4–5 jam di hari Minggu, dengan tiga host berbeda.
Selain strategi migrasi dari platform offline to online, Bunama juga selalu menjaga kualitas produk, meskipun menghadapi tantangan biaya produksi. Brand ini juga memberikan jaminan pengembalian produk sebagai bentuk tanggung jawab dan membangun kepercayaan pelanggan.
“Moto kita itu 'Mirah (murah) tapi oke'. Meski murah, kualitas dan standar bahan serta jahitan itu sama,” ucap Sahal. (*)