Satu Gen12, Gantikan Tujuh Gen10: Lompatan Efisiensi dari HPE
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi pusat data, efisiensi menjadi faktor krusial. Melalui Hewlett Packard Enterprise (HPE) Compute Ops Management, HPE menyediakan platform berbasis AI yang memungkinkan perusahaan memantau dan mengelola infrastruktur server mereka secara lebih efisien.
Teknologi ini mampu memprediksi konsumsi daya dan emisi karbon, serta mengotomatiskan pengaturan awal perangkat, bahkan di lokasi terpencil tanpa dukungan staf TI.
Fitur visual berbasis peta serta integrasi dengan perangkat pihak ketiga membantu memangkas waktu henti (downtime) hingga 4,8 jam per server per tahun. Selain itu, HPE menghadirkan Power Advisor, alat bantu perencanaan yang dapat memperkirakan dampak operasional dan lingkungan dari penggunaan teknologi.
Dalam sesi diskusi media di Jakarta (9/7/2025), Meygin Agustina, Managing Director HPE Indonesia, menegaskan bahwa HPE bukan sekadar penyedia perangkat keras, melainkan juga menghadirkan solusi menyeluruh untuk menjawab kebutuhan kompleks pelanggan.
“Kami memiliki portofolio lengkap: server, storage, backup, jaringan, serta berbagai solusi perangkat lunak seperti big data, data lake, database, data warehouse, anti-ransomware, software backup, dan aplikasi,” ujarnya.
HPE juga menyediakan layanan pelatihan, konsultasi, dan sertifikasi melalui HPE Services Indonesia, guna mempercepat transformasi digital pelanggan. Pendekatan ini menyasar pelaku usaha dari kalangan menengah hingga enterprise, agar mereka mampu membangun kapabilitas SDM dalam mengadopsi teknologi terkini, termasuk virtualisasi dan kecerdasan buatan (AI).
Terkait efisiensi perangkat, Meygin menjelaskan bahwa satu unit ProLiant Gen12 mampu menggantikan hingga tujuh unit Gen10, berkat peningkatan performa per watt sebesar 41% dan efisiensi daya tahunan hingga 65%.
Artinya, kebutuhan infrastruktur dapat dihemat secara signifikan, baik dari sisi ruang maupun energi. Bahkan, pelanggan yang sebelumnya menggunakan enam server Gen11, kini cukup menggunakan satu unit Gen12 untuk beban kerja setara.
Untuk pusat data dengan kebutuhan efisiensi termal tinggi, HPE menyediakan opsi Direct Liquid Cooling (DLC), teknologi pendingin berbasis cairan yang mampu membuang panas 3.000 kali lebih efektif dibanding sistem pendinginan udara. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dan lebih dari 300 paten, HPE memimpin dalam penerapan teknologi pendinginan cair.
Tak hanya fokus pada perangkat keras, HPE juga menjalin kemitraan strategis dengan NVIDIA untuk mengoptimalkan solusi AI pada server Gen12. Di sisi lain, HPE turut mendorong pertumbuhan ekosistem digital lokal melalui kolaborasi dengan startup, ISV (Independent Software Vendor), dan program ICIP Community, demi memperkuat industri teknologi nasional. (*)