Ini Dia Cara Menangani Kedaulatan Data, Simak Yuk!

Piyadassi Sidarta, Country Lead of Compute & High Velocity Sales HPE Indonesia. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)
Piyadassi Sidarta, Country Lead of Compute & High Velocity Sales HPE Indonesia. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)

Dalam menghadapi dilema antara sistem konvensional dan adopsi komputasi awan, Hewlett Packard Enterprise (HPE) menekankan pentingnya pendekatan hybrid untuk menjaga kedaulatan data sekaligus memastikan efisiensi investasi.

Saat ini, HPE telah memasuki generasi ke-12 lini server ProLiant, yang membawa berbagai peningkatan pada komponen seperti CPU, memori, PCIe, dan I/O, selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terkini.

ProLiant Gen12 ditenagai prosesor Intel Xeon generasi ke-6 dengan arsitektur Granite Rapids dan Sierra Forest, serta tersedia dalam beragam konfigurasi — dari satu hingga empat soket prosesor — termasuk model blade yang kini lebih terbatas.

HPE tetap menjadi salah satu vendor terlengkap dengan lini server rack, blade, dan appliance siap pakai. Keunggulan utama terletak pada kapasitas GPU, yang mampu mendukung hingga delapan GPU dalam satu sistem, menjadikannya ideal untuk AI dan komputasi intensif.

Tak sekadar menyediakan perangkat keras, HPE juga menawarkan solusi end-to-end untuk beban kerja AI, mulai dari server, GPU (termasuk NVIDIA), jaringan, software, hingga AI framework.

Menurut Piyadassi Sidarta, Country Lead of Compute & High Velocity Sales HPE Indonesia, solusi ini memungkinkan organisasi menjalankan proyek AI meski belum memiliki tenaga ahli internal. Bahkan, HPE telah menyiapkan template AI siap pakai, seperti chatbot berbasis data perusahaan yang dapat langsung diimplementasikan.

Tiga Pilar HPE Gen12: Keamanan, Efisiensi, dan Otomatisasi

  1. Secure
    Keamanan menjadi aspek utama. HPE melindungi sistem dari serangan siber seperti ransomware, malware, DDoS, hingga serangan fisik seperti manipulasi rantai pasok. Dengan banyaknya komponen dari vendor global (Intel, AMD, NVIDIA, dll), HPE menjamin keamanan supply chain melalui sertifikasi dan teknologi iLO 7 dengan secure enclave. Salah satu contohnya adalah temuan chip mata-mata dalam perangkat vendor asing, yang membuat produk tersebut diblokir oleh Intel dan otoritas AS.
  2. Optimize
    ProLiant Gen12 didesain lebih efisien secara energi dan ruang tanpa mengorbankan performa. Misalnya, satu unit Gen12 mampu menggantikan tujuh server Gen10, dengan peningkatan efisiensi performa per watt hingga 41% dan penghematan energi hingga 65% per tahun. Analogi sederhananya: seperti mobil listrik yang irit energi namun tetap bertenaga.
  3. Automate (AI-Driven)
    Melalui teknologi berbasis AI, sistem dapat memprediksi konsumsi energi, mengidentifikasi anomali, hingga otomatisasi deployment — termasuk di area terpencil tanpa staf TI. Platform seperti HPE Compute Ops Management dan Power Advisor memberi visibilitas operasional secara real-time dan efisiensi menyeluruh.

Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

HPE tidak hanya mengantisipasi ancaman digital saat ini, tetapi juga mempersiapkan diri untuk tantangan mendatang seperti kriptografi kuantum.

ProLiant Gen12 telah mematuhi standar global seperti FIPS 140-3 dan berbagai regulasi keamanan siber, menjadikannya platform yang siap menyongsong era pasca-enkripsi.

“Ancaman dunia maya sangat besar dan terus berkembang. Banyak yang belum menyadari bahwa kerugian akibat kejahatan siber telah mencapai Rp10,5 triliun, dengan 80% serangan menyasar perangkat PC. Sementara itu, kerugian akibat kejahatan yang terkait kripto telah menembus US$30 miliar. Ransomware menjadi insiden yang kami tangani hampir setiap hari,” ujar Piyadassi dalam sesi pemaparan di Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Pendekatan End-to-End dan Fokus pada Pengembangan Sumber Daya Manusia

HPE tidak hanya menjual solusi, tetapi juga menyediakan layanan pelatihan, konsultasi, dan sertifikasi melalui HPE Services Indonesia. Tujuannya adalah mendukung transformasi digital, terutama di kalangan bisnis menengah dan besar, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam adopsi teknologi seperti AI dan virtualisasi.

“Kami hadir sebagai mitra jangka panjang, bukan hanya vendor. Kami mendampingi pelanggan dari tahap perencanaan, implementasi, hingga operasional,” tambah Piyadassi.

Dengan ProLiant Gen12, HPE menegaskan posisinya sebagai penyedia solusi teknologi komprehensif yang siap mendukung kebutuhan bisnis modern — aman, efisien, dan siap menjawab tantangan era AI dan hybrid cloud. (*)

# Tag