Libatkan Koperasi Intako, Alfamart Run 2025 Buka Akses Pasar UMKM
Alfamart Run bakal digelar di Plaza Parkir Timur GBK, Jakarta, pada 19 Oktober 2025. Pada perhelatan tahun ini, penyelenggaran akan melibatkan UMKM asal Sidoarjo untuk menyediakan tas goodie bag yang diberikan kepada para peserta.
Pelibatan UMKM dalam event ini sebagai komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Alfamart Run akan menggunakan ribuan tas eksklusif untuk menampung isi goodie bag peserta, yang diproduksi oleh pengrajin dari Sentra Industri Tas dan Koper (INTAKO) Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
"Kami meyakini UMKM adalah fondasi penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dan melalui event ini kami ingin memberi kontribusi langsung bagi pelaku UMKM,” kata Ryan Alfons Kaloh, Marketing Director Alfamart pada siaran pers di Kamis (10/7/2025).
Tiket ajang tersebut dibanderol seharga Rp500 ribu, sudah termasuk jersey, medali, asuransi perlindungan diri pada hari H, serta goodie bag eksklusif senilai total lebih dari Rp13 miliar yang berisi berbagai macam produk. Berat goodie bag tahun ini mencapai 40 kg.
“Alfamart Run telah memasuki tahun keempat dan kembali disambut dengan animo luar biasa. Tahun ini, lebih dari tiga juta pecinta lari bersaing memperebutkan ribuan tiket, yang pada batch satu lalu habis dalam waktu sangat singkat,” ujar Ryan.
Jersey Alfamart Run tahun ini dibuat dari bahan daur ulang botol plastik (rPET). Setiap satu jersey setara dengan 16 botol PET 1,5 liter. “Alfamart Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik,” ujar Ryan.
Event tahun ini kembali menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan rute start dan finish di area yang sama. Selain hadiah utama dengan total senilai Rp250 juta untuk 252 pemenang, peserta juga berkesempatan mendapatkan beragam doorprize menarik, termasuk sepeda motor, sepeda, perlengkapan elektronik, hingga jutaan voucher belanja Alfamart.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan langkah pemerintah dalam memberikan modal bagi pelaku usaha kecil dan menengah tidak akan berarti jika pelaku usaha tidak memiliki akses pasar. Untuk itu, pembukaan akses pasar yang seluas-luasnya sangatlah penting, termasuk melalui event olah raga.
“Jantung ekonomi Indonesia digerakkan oleh UMKM. Keterlibatan mereka dalam kegiatan sektor swasta seperti ini bukan hanya membuka pasar baru, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional dan global,” ujarnya.(*)