Emiten Bioskop XXI (CNMA) Realisasikan Dana IPO Rp2,17 Triliun: 48% untuk Ekspansi XXI
Emiten barang konsumen non-primer yang bergerak di usaha bioskop dan restoran, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), menempatkan sebagian dana hasil pelaksanaan penawaran umum perdana (IPO) ke giro di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp300,53 miliar. Tingkat bunga giro di bank tersebut mencapai 6,25%.
Mengutip dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (11/7/2025), pengelola bioskop XXI atau Cinema XXI ini juga mengumumkan realisasi penggunaan dana IPO hingga 30 Juni 2025.
Setelah melantai di BEI pada 25 Juli 2023, perusahaan berhasil menghimpun dana IPO senilai Rp2,25 triliun.
Dana IPO tersebut dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp77,77 miliar. Biaya itu mencakup biaya jasa penjaminan (underwriting fee) sebesar Rp3,53 miliar, biaya jasa penyelenggaraan (management fee) sebesar Rp28,28 miliar, jasa penjualan (selling fee) sebesar Rp3,53 miliar, biaya jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp26,02 miliar, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp67 juta, serta biaya lain-lain sebesar Rp16,32 miliar.
Setelah dipotong biaya tersebut, manajemen CNMA memperoleh dana bersih sebesar Rp2,17 triliun.
Adapun rincian realisasi penggunaan dana IPO hingga 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut.
Pertama, manajemen CNMA telah merealisasikan 48% dari dana IPO bersih untuk pendanaan pengembangan dan ekspansi jejaring bioskop Cinema XXI di Indonesia. Perusahaan telah menggunakan dana Rp1,05 triliun.
Pada awalnya, manajemen CNMA merencanakan penggunaan sebesar 65% dari dana IPO atau Rp1,41 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih antara realisasi dan rencana alokasi sebesar Rp360,1 miliar.
Kedua, manajemen CNMA telah menggunakan dana IPO sebesar 23% untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI).
Realisasi pembayaran pokok utang mencapai Rp500 miliar, lebih besar dari alokasi semula sebesar 20% dari dana IPO atau Rp434,53 miliar. Selisih antara realisasi dan rencana dana mencapai Rp65,46 miliar.
Ketiga, manajemen CNMA menggunakan dana IPO sebesar 15% untuk modal kerja dengan nilai realisasi Rp320 miliar. Pada rencana awal, alokasi untuk modal kerja sebesar Rp325,9 miliar. Selisih antara realisasi dan rencana dana mencapai Rp5,9 miliar.
Penempatan dana Rp300,53 miliar di giro Bank Mandiri merupakan bagian dari pengelolaan sisa dana yang dialokasikan untuk modal kerja, sambil menunggu kebutuhan operasional yang relevan.
Setengah hari perdagangan saham siang ini, harga saham CNMA bergerak di Rp159 pada pukul 11.59 WIB. Pada pembukaan pagi, CNMA berada di harga Rp160 dan sempat menyentuh harga tertinggi di Rp161, sedangkan harga terendah di Rp157. Volume transaksi saham CNMA mencapai 33,49 juta, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp12,84 triliun. (*)