Transaksi Saham Investor di Bali dan Nusra Senilai Rp3,17 Triliun, Melonjak 31,57% di April Tahun Ini
Jumlah investor saham di wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada April 2025 sebanyak 258.052 Single Investor Identification (SID), atau tumbuh sebesar 25,67% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pada periode ini, jumlah investor reksa dana dan SBN (Surat Berharga Negara) tumbuh berturut-turut sebesar 20,92% dan 16,99%.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menyatakan nilai kepemilikan saham pada investor di Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp8,72 triliun, terkoreksi sebesar 0,49%. "Sementara, nilai transaksi saham mencapai Rp3,17 triliun atau tumbuh 31,57%. "Ini mencerminkan peningkatan minat masyarakat dalam berinvestasi," ujar Kristrianti di Denpasar, Bali, Jumat (11/7/2025).
Sementara itu, pembiayaan dari perusahaan pembiayaan di Bali dan Nusa Tenggara pada April tahun ini tumbuh 7,61%, mencapai Rp19,42 triliun secara tahunan. Kemudian, penyaluran pembiayaan melalui modal ventura pada April 2025 sebesar Rp317,61 miliar, terkontraksi sebesar 1,56%, namun membaik jika dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 2,55%.
Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah perusahaan pembiayaan relatif rendah. Non performing financing (NPF) di April 2025 sebesar 1,51%, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,49%. Sementara itu, NPF dari pembiayaan modal ventura sebesar 7,60%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 7,75%. (*)