Manajer Investasi Meminati ETF Emas, BEI: Menunggu Aturan OJK

Manajer Investasi Meminati ETF Emas, BEI: Menunggu Aturan OJK
Ilustrasi pergerakan saham di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada 15 Mei 2025. Foto Nadia K. Putri/SWA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih memproses inisiatif instrumen investasi emas berupa exchange-traded fund (ETF). Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan regulasi yang mengatur ETF emas masih dirancang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun BEI akan menerbitkan instrumen investasi itu pada kuartal 3/2025 dan direncanakan untuk diperdagangkan pada kuartal 4/2025.

“Sudah ada beberapa manajer investasi yang berdiskusi dengan kami, lebih dari 11 manajer investasi berdiskusi. Beberapa sudah menyampaikan ketertarikan untuk menerbitkan. [Kami] menunggu aturannya,” jelas Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta pada Senin (14/7/2025).

Selain itu, BEI juga telah berdiskusi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Dalam waktu dekat, akan ada sidang pleno terkait fatwa dari instrumen investasi ETF emas.

Jeffrey menambahkan, kehadiran instrumen investasi ETF emas diharapkan akan menunjang ekosistem bisnis bank emas atau bulion di Indonesia. Saat ini, ekosistem bulion telah didukung oleh regulasi Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion.

Meskipun begitu, BEI tidak berkomentar terkait harga acuan emas yang akan digunakan jika ETF emas terbit pada kuartal 4/2025.

“Bursa hanya memperdagangkan apa yang diterbitkan oleh manajer investasi. Kami harapkan agar produk ETF emas ini bisa memberikan manfaat yang optimal kepada investor,” lanjut Jeffrey.

Menurut Jeffrey, agar produk ETF emas tersebut dapat dijangkau para investor, harga ETF emas memiliki selisih harga beli dan harga jual (spread) yang sempit. Di samping itu, pada dasarnya ETF emas berbentuk reksa dana efek dengan underlying emas yang diperdagangkan di bursa. Berbeda dengan penjualan aset emas fisik yang memiliki spread lebar sebesar 5%.

Harga emas mencapai US$3.379.85, mengutip dari laman Stockbit Sekuritas pada pukul 15.24 WIB. Secara year-to-date, harga emas mengalami sedikit penurunan dibanding sebelumnya sebesar US3.452,8 pada 14 Juni 2025.(*)

# Tag