Bos Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) Borong 38,42 Juta Saham, Apa Motifnya?

Bos Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) Borong 38,42 Juta Saham, Apa Motifnya?
Truk pengangkut tandan buah segar sawit antre bongkar muat di sebuah pabrik di Aceh Barat, 17 Mei 2022. (Foto: Antara/Syifa Yulinnas via REUTERS)

Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), Teguh Patriawan, kembali melakukan aksi pembelian saham perusahaan yang dipimpinnya. Pada 7 Juli 2025, ia membeli 38,42 juta lembar saham NSSS di harga Rp290, seperti tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (18/7/2025).

Langkah ini membuat porsi kepemilikan Teguh meningkat menjadi 10,84% atau 2,58 miliar lembar saham, dari sebelumnya 10,68% atau 2,54 miliar lembar. Meski begitu, Teguh tidak berstatus sebagai pemegang saham pengendali di NSSS.

Ini bukan kali pertama Teguh masuk ke pasar. Pada 14 Juli 2025, hanya beberapa hari setelah transaksi sebelumnya, ia kembali memborong 36,81 juta lembar saham di harga Rp300. Keterbukaan informasi BEI pada 16 Juli 2025 mencatat total kepemilikan Teguh saat itu sudah mencapai 2,61 miliar lembar saham atau 11%.

Lalu, di balik semua aksi akumulasi ini, apa sebenarnya alasan Teguh?

Dalam keterangannya di laman keterbukaan informasi BEI, ia menyampaikan secara singkat namun jelas: “Tujuan transaksi untuk pembelian saham.”

Di sisi lain, pergerakan saham NSSS terlihat dinamis. Menjelang penutupan sesi dua pada 18 Juli 2025, harga saham naik ke Rp348, setelah sebelumnya berada di Rp346 pada pukul 15.48 WIB. Saat pembukaan pagi tadi, saham dibuka di Rp346, sempat mencapai level tertinggi Rp358 dan terendah Rp342.

Kapitalisasi pasar NSSS kini mencapai Rp8,28 triliun dengan nilai transaksi harian Rp2,06 miliar. Sahamnya diperdagangkan sebanyak 546 kali, dengan volume 5,93 juta lembar. (*)

# Tag