Ristek Kalbe Science Award Mengkreasikan Pengembangan Riset Kesehatan ke Skala Komersial
(Foto: Kalbe)PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berkomitmen membangun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan yang diwujudkan melalui sains dan teknologi kesehatan. Pilar ini mencakup berbagai inisiatif, salah satunya pengembangan riset dan inovasi kesehatan melalui Ristek Kalbe Science Award (RKSA) yang telah berlangsung sejak 2008.
Head of Corporate Sustainability Kalbe Farma, Abi Nisaka, mengugkapkan RKSA sebelumnya hanya fokus pada pemberian penghargaan satu kali kepada peneliti terbaik. Kini, RKSA mengutamakan proses hilirisasi hasil riset. Peneliti yang terpilih akan mendapatkan pendanaan selama dua tahun serta bimbingan dari mentor internal Kalbe. Dengan begitu, hasil riset dapat diproduksi secara masal, memiliki izin edar, dan memberikan dampak luas bagi sistem kesehatan nasional.
"Salah satu pelajaran terpenting dari pelaksanaan RKSA adalah pentingnya mencocokkan proposal riset dengan unit bisnis yang relevan sejak awal. Dengan begitu, hilirisasi tidak terhambat dan proses komersialisasi bisa lebih cepat. Inilah yang membuat program ini lebih dari sekadar penghargaan,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Senin (21/7/2025).
Sejak diadakan pada 2008, RKSA telah menjaring ratusan proposal penelitian dari berbagai perguruan tinggi dan institusi riset. Kemudian sedari 2018, RKSA difokuskan untuk menjembatani hasil riset agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan masyarakat.
Abi menekankan,bahwa Kalbe dalam program RKSA melakukan model pentahelix atau lintas sektor dengan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media. Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun ekosistem riset bidang kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Bagi Abi, RKSA bukan sekadar program penghargaan. Melalui RKSA, Kalbe memberikan dukungan finansial, pendampingan mentor profesional, dan akses ke infrastruktur industri bagi para peneliti terpilih agar hasil riset mereka dapat dihilirisasi dan dikomersialisasikan.
“Kalbe percaya bahwa riset adalah pondasi utama dari kemandirian dan keberlanjutan (sustainability) industri kesehatan. Oleh karena itu, kami tidak hanya memberikan dana, tetapi juga membimbing para peneliti agar riset mereka tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar sampai ke masyarakat," jelasnya.
Ke depannya, Kalbe membuka kemungkinan memperluas cakupan RKSA ke tingkat regional. Sebab, Kalbe telah beroperasi di 10 negara dan memiliki infrastruktur manufaktur di luar Indonesia. Tentunya hal ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi riset lintas negara dalam menjawab tantangan kesehatan global. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.